BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 05:45 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Sabtu, 16 Mei 2026 00:56 WIB

Dorongan untuk UMKM Menjadi Eksportir Global

16 Mei 2026, 00:56 WIB 19x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
B
Bima Mandala Sakti 19x dibaca · 3 menit baca
Foto: Republika.co.id
Foto: Republika.co.id

Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kelas mereka menjadi eksportir dan memasuki pasar global. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat pendampingan ekspor, melakukan pencocokan bisnis, serta memperluas akses kepada pembeli internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat menghadiri diskusi bertajuk “NGOPI: Ngobrol Produk Indonesia” di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026. Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan gerakan pemberdayaan UMKM Local Champion Indonesia (LCI), yang bertujuan untuk mempertemukan pelaku UMKM, eksportir muda, agregator, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membahas peluang ekspor produk lokal.

Pentingnya Forum Diskusi untuk UMKM

Budi menyatakan, “Forum-forum diskusi seperti ini dapat membantu teman-teman UMKM untuk semakin memahami bahwa produk-produk mereka memiliki potensi ekspor. Selama ini, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya punya produk bagus tetapi belum tahu caranya ekspor.” Ia menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan sedang menyiapkan berbagai program untuk memperluas akses pasar bagi UMKM, termasuk program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, yang menghubungkan pelaku UMKM dengan calon pembeli di negara tujuan melalui pitching dan pencocokan bisnis.

Program ini juga didukung oleh 46 perwakilan perdagangan Republik Indonesia di 33 negara yang berperan sebagai ujung tombak dalam mempromosikan produk-produk Indonesia. Selain itu, program BISA Ekspor merupakan bagian dari inisiatif besar Kementerian Perdagangan yang bertajuk “Dari Lokal untuk Global.” Budi menambahkan, “Setelah menentukan pasar yang ingin dituju, teman-teman (UMKM) kami hubungkan dengan perwakilan perdagangan RI di negara tujuan ekspor. Setelah presentasi kepada perwakilan perdagangan RI untuk menggali potensi pasar, teman-teman akan dicarikan pembeli.”

Dukungan Desain dan Kualitas Produk

Kementerian Perdagangan juga menyediakan layanan konsultasi desain produk melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka di pasar internasional. Selain itu, terdapat program Product Placement Pilihan Busan, yang menempatkan produk UMKM potensial ekspor di ruang tamu Menteri Perdagangan untuk dipromosikan kepada tamu dan delegasi asing.

Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, menekankan bahwa akses informasi pasar dan pemanfaatan teknologi sangat penting agar UMKM dapat bersaing di tingkat global. Untuk itu, Kementerian Perdagangan menghadirkan platform Inaexport sebagai layanan terpadu untuk ekspor. “Inaexport sebagai one-stop service memiliki informasi mengenai profil perusahaan pembeli maupun eksportir. Bapak dan Ibu bisa terhubung dengan pembeli di seluruh dunia,” ungkap Puntodewi.

Dalam diskusi tersebut, para pelaku usaha juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait logistik, penguatan platform digital, hingga penyederhanaan regulasi ekspor produk tertentu. Kementerian Perdagangan menyatakan keterbukaan terhadap masukan dari pelaku usaha untuk memperkuat kebijakan perdagangan nasional yang lebih adaptif terhadap kebutuhan UMKM.

Dhika Yudistira, pendiri Local Champion Indonesia, menjelaskan bahwa forum “NGOPI” muncul dari keinginan untuk mempertemukan pemerintah, lembaga, dan pelaku usaha dalam satu ruang diskusi. Ia menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk memperbesar peluang UMKM dalam menembus pasar internasional. “Dari inisiasi obrolan warung kopi, kami melihat perlunya pemerintah, lembaga, dan pelaku usaha duduk bersama. Saat ini, potensi produk-produk UMKM Indonesia sangat besar,” ucap Dhika.

Abdullah, pelaku UMKM batik asal Solo, mengungkapkan bahwa forum ini membantunya memahami tata cara ekspor yang selama ini menjadi kendala utama dalam memasuki pasar global. Ia yakin bahwa peluang pasar untuk produknya cukup besar dan kapasitas produksinya sudah memadai. Forum “NGOPI: Ngobrol Produk Indonesia” diharapkan dapat menjadi ruang konsultasi dan penguatan jejaring bagi UMKM di seluruh Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk mendorong lebih banyak forum serupa guna mempercepat lahirnya eksportir baru dari berbagai daerah.