BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:11 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Jumat, 03 Jul 2026 11:36 WIB

Dua Anggota Polisi Hilang Usai Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

03 Jul 2026, 11:36 WIB 89x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
G
Galih Lingga Pradipta 89x dibaca · 2 menit baca
Dua Anggota Polisi Hilang Usai Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
regional.kompas.com

KATINGAN - Polres Katingan mengerahkan sekitar 50 personel gabungan untuk melakukan pencarian terhadap dua anggota polisi yang hilang setelah penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Kamis dini hari, 2 Juli 2026. Anggota yang belum ditemukan tersebut adalah Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, yang diduga hanyut saat berusaha menyelamatkan diri dari kerumunan massa setelah penggerebekan berlangsung.

Pencarian Berlanjut di Aliran Sungai

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, menyatakan bahwa pencarian terhadap kedua anggotanya masih berlangsung hingga sore hari. "Saat ini kami masih memfokuskan seluruh upaya untuk menemukan dua anggota yang belum diketahui keberadaannya," ungkap Dodik.

Tim gabungan memusatkan pencarian di aliran sungai di sekitar Desa Tumbang Kalemei, yang merupakan lokasi terakhir keduanya diketahui sebelum dilaporkan hilang. Selain penyisiran, aparat juga memperketat penjagaan di desa untuk mengantisipasi potensi bentrokan yang mungkin terjadi. "Tim gabungan kini melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mencari dua personel tersebut," tambah Dodik.

Insiden Penggerebekan yang Berujung Tragedi

Peristiwa ini bermula ketika tim gabungan Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap dua terduga bandar narkoba berinisial BIO dan BUSU, setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai peredaran narkoba di desa tersebut. Operasi awalnya berjalan lancar, dengan salah satu target, BIO, berhasil ditangkap. Namun, situasi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah melakukan perlawanan dengan senjata tajam.

Dalam situasi yang menegangkan, Aiptu Sumariyanto memberikan tembakan peringatan ke udara, tetapi hal tersebut tidak menghentikan aksi para pelaku. Dalam keadaan terdesak, petugas melakukan tindakan tegas yang mengakibatkan seorang warga, Teriyo (40), meninggal dunia akibat tembakan. "Kematian Teriyo memicu kemarahan keluarga dan warga sekitar," jelas Dodik.

Sejumlah warga kemudian mengepung personel kepolisian, memaksa beberapa anggota untuk melarikan diri dengan menyeberangi sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil. Saat mencoba menyelamatkan diri, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan kelelahan di tengah arus sungai. Lima personel lainnya berhasil mencapai tepian dan berlindung di hutan sebelum dievakuasi.

Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan meninggal dunia di atas lanting dengan luka parah di kepala. "Ia gugur saat menjalankan tugas dalam operasi pemberantasan narkoba tersebut," kata Dodik.

Meski situasi di Desa Tumbang Kalemei mulai kondusif, pihak kepolisian tetap melakukan penjagaan dan mendalami peristiwa pengepungan yang terjadi saat operasi berlangsung.