BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 00:26 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Minggu, 17 Mei 2026 10:06 WIB

Empat Tipe Kepribadian yang Perlu Kamu Ketahui, Mana yang Paling Sesuai dengan Dirimu?

17 Mei 2026, 10:06 WIB 11x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
S
Sabrina Aulia Rahma 11x dibaca · 3 menit baca
Empat Tipe Kepribadian yang Perlu Kamu Ketahui, Mana yang Paling Sesuai dengan Dirimu?
Ilustrasi. Ada empat tipe kepribadian yang pas secara ilmiah. (Getty Images/yongyuan)

Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah seperti 'Dia koleris banget' atau 'Aku kayaknya melankolis'. Istilah-istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan karakter seseorang dan berkaitan dengan empat tipe temperamen: sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis. Meskipun terdengar modern, konsep ini sebenarnya berakar dari teori kuno yang sudah ada sejak zaman Hippocrates dan Galen.

Menurut kajian yang dipublikasikan di ScienceDirect, empat temperamen ini merupakan warisan dari tipologi lama. Saat ini, istilah ini lebih sering digunakan sebagai cara yang sederhana untuk memahami kecenderungan sifat seseorang, bukan sebagai standar ilmiah yang baku dalam psikologi.

Empat Tipe Kepribadian

Secara umum, model ini membagi kepribadian manusia menjadi empat kecenderungan utama. Namun, penting untuk diingat bahwa tipe-tipe ini bukanlah label yang mutlak. Banyak individu yang memiliki kombinasi dari lebih dari satu temperamen. Meskipun berasal dari model lama, empat temperamen ini tetap populer karena mudah dipahami dan relevan dengan pengalaman sehari-hari.

1. Melankolis

Tipe melankolis sering kali digambarkan sebagai pribadi yang serius, analitis, dan penuh pertimbangan. Ciri-ciri dari tipe ini meliputi:

  • suka berpikir mendalam,
  • rapi dan sistematis,
  • perfeksionis,
  • sensitif terhadap kritik,
  • cenderung overthinking.

Kelebihan tipe melankolis terletak pada ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan analisis yang kuat. Namun, mereka juga lebih rentan merasa cemas, terlalu keras pada diri sendiri, atau sulit merasa puas.

2. Sanguinis

Sanguinis dikenal sebagai tipe yang ceria, ekspresif, dan mudah bergaul. Karakteristiknya antara lain:

  • mudah akrab dengan orang baru,
  • menyukai suasana ramai,
  • ekspresif dan spontan,
  • cepat bersemangat,
  • gemar mencoba hal baru.

Kekuatan dari tipe sanguinis adalah kemampuan sosial dan energi positif yang menular. Namun, mereka bisa bersikap impulsif, mudah bosan, atau kurang konsisten.

3. Koleris

Koleris sering diasosiasikan dengan sifat dominan, percaya diri, dan berorientasi pada tujuan. Ciri-ciri dari tipe ini meliputi:

  • suka memimpin,
  • tegas dan langsung,
  • cepat mengambil keputusan,
  • fokus pada target,
  • tidak suka bertele-tele.

Tipe koleris unggul dalam situasi yang memerlukan aksi cepat dan kepemimpinan. Namun, mereka juga bisa terlihat keras, tidak sabaran, atau kurang peka terhadap perasaan orang lain.

4. Plegmatis

Plegmatis dikenal sebagai pribadi yang tenang, stabil, dan cenderung menghindari konflik. Karakteristiknya antara lain:

  • sabar dan tidak reaktif,
  • mudah menjadi penengah,
  • tidak menyukai drama,
  • loyal dan konsisten,
  • menjaga harmoni.

Kelebihan dari tipe ini adalah stabilitas emosi dan kemampuan menenangkan orang lain. Namun, mereka juga bisa terlihat pasif, sulit bersikap tegas, atau terlalu menghindari konflik.

Seberapa Ilmiah Model Ini?

Meskipun sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, model empat temperamen bukanlah acuan utama dalam psikologi modern. Konsep ini tidak digunakan sebagai alat ukur kepribadian yang baku saat ini. Namun, empat temperamen tetap dapat dimanfaatkan sebagai cara sederhana untuk mengenali kecenderungan sifat diri sendiri maupun orang lain, asalkan tidak dipahami secara kaku.

Apapun tipe yang terasa paling sesuai, penting untuk diingat bahwa kepribadian bukanlah label yang tetap. Kepribadian dapat berkembang, berubah, dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pengalaman hidup hingga lingkungan sehari-hari. Memahami diri sendiri dapat menjadi langkah awal untuk lebih memahami orang lain.