BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 10:10 WIB
Home / Olahraga / Detail
Olahraga Jumat, 03 Jul 2026 14:37 WIB

Endrick Mendukung Penuh Keputusan Ancelotti di Timnas Brasil

03 Jul 2026, 14:37 WIB 91x dibaca 3 menit baca ligaolahraga.com ligaolahraga.com
K
Komang Yoga 91x dibaca · 3 menit baca
Endrick tetap tenang meski belum jadi pilihan utama Carlo Ancelotti. (Foto: Michael Regan - FIFA/FIFA via Getty Images)
Endrick tetap tenang meski belum jadi pilihan utama Carlo Ancelotti. (Foto: Michael Regan - FIFA/FIFA via Getty Images)

Dalam persiapan menjelang pertandingan babak 16 besar melawan Norwegia pada Senin (6/7/2026) pukul 03.00 WIB, Endrick, penyerang berusia 19 tahun, mengungkapkan bahwa ia tidak merasa keberatan dengan keputusan pelatih Carlo Ancelotti yang belum menjadikannya sebagai starter di lini depan Brasil. Sejak awal turnamen, Endrick lebih sering diturunkan sebagai pemain pengganti.

Selama Piala Dunia berlangsung, Endrick tidak dimainkan saat melawan Maroko, kemudian tampil selama 26 menit melawan Haiti, masuk di akhir laga melawan Skotlandia, dan bermain selama 45 menit saat Brasil menghadapi Jepang. Meskipun demikian, banyak penggemar yang berharap ia mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak.

Komitmen untuk Tim

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada hari Kamis, Endrick menegaskan bahwa Ancelotti selalu memprioritaskan kepentingan tim di atas kepentingan individu. Ia menyatakan, "Dia tidak akan melakukan apa yang terbaik untuk saya. Dia akan melakukan apa yang terbaik untuk tim." Penyerang muda ini juga memberikan pujian kepada Ancelotti atas keberaniannya dalam mengambil keputusan penting.

Endrick menambahkan, "Dia tidak takut membuat keputusan yang sulit. Dia melakukan apa yang menurutnya benar, dan semuanya berjalan dengan baik. Seolah-olah Tuhan selalu menyertainya. Apa pun yang dilakukan Carlo, hasilnya selalu berhasil." Ia berkomitmen untuk selalu mengikuti instruksi pelatih tanpa ragu.

Ketenangan dalam Ketidakpastian

Ketika ditanya tentang ketidakpastian mengenai waktu bermainnya, Endrick mengaku tetap tenang dan percaya bahwa kesempatan akan datang pada waktu yang tepat. "Saya rasa saya akan tidur dengan nyenyak. Saya akan benar-benar tenang karena sebelum tidur, hal terpenting bagi saya adalah berdoa, berbicara kepada Tuhan, dan yakin bahwa semuanya akan terjadi pada waktu yang tepat," ungkapnya.

Ia juga merasa bahwa keberadaannya dalam skuad Brasil di Piala Dunia merupakan pencapaian yang signifikan. Meskipun ingin bermain lebih banyak, ia memahami bahwa semua pemain memiliki tujuan yang sama dan harus siap ketika kesempatan muncul. "Saya sangat bersyukur berada di sini. Bagi saya, menjadi bagian dari skuad ini dan bermain di Piala Dunia sudah merupakan sebuah kemenangan. Kami memiliki 26 pemain yang semuanya menunggu kesempatan. Yang terpenting adalah siap ketika kesempatan itu datang," jelasnya.

Pengalaman Endrick bekerja dengan Ancelotti di Real Madrid membantunya memahami karakter pelatih asal Italia tersebut. Ia menyebut Ancelotti sebagai pelatih pertama yang menanganinya setelah tiba di Eropa dan berperan penting dalam perkembangan kariernya. "Dia adalah pelatih pertama saya ketika datang ke Eropa. Memilikinya sebagai pelatih pertama adalah salah satu pengalaman terbaik dalam karier saya. Pada musim pertama di Real Madrid, saya memang hanya bermain beberapa menit di banyak pertandingan, tetapi dia selalu mengatakan agar saya tetap tenang karena kesempatan saya pasti akan datang," tuturnya.

Endrick juga menyoroti keberhasilan rotasi Ancelotti dengan menyebut gol Gabriel Martinelli yang dicetak dari bangku cadangan dalam pertandingan terakhir Brasil. Ia menilai hal tersebut menunjukkan bahwa Ancelotti tahu kapan waktu yang tepat untuk memainkan setiap pemain. "Pelatih adalah salah satu yang terbaik di dunia. Dia tahu persis apa yang harus dilakukan. Saya merasa sangat nyaman bersamanya dan selalu mengikuti nasihatnya," tutupnya.