BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:11 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 13 Jul 2026 00:21 WIB

Gempa Berkekuatan 5,3 Guncang Sumba Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

13 Jul 2026, 00:21 WIB 88x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
I
Ilham Saputra 88x dibaca · 2 menit baca
Gempa Berkekuatan 5,3 Guncang Sumba Barat, Tidak Berpotensi Tsunami
regional.kompas.com

KUPANG – Wilayah Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 pada Minggu malam, 12 Juli 2026. Getaran yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan di Pulau Sumba, tetapi juga menjangkau Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Wijayanto, gempa terjadi pada pukul 21.20 Wita atau 20.20.25 WIB. "Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi memiliki parameter terbaru dengan magnitudo 5,3 pada kedalaman 36 kilometer," ungkap Wijayanto dalam keterangan tertulis yang diterima.

Lokasi dan Kedalaman Gempa

BMKG mencatat bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 9,79 derajat Lintang Selatan dan 119,39 derajat Bujur Timur, sekitar 2 kilometer di tenggara Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat. Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Wijayanto menjelaskan lebih lanjut bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust)," jelasnya.

Intensitas Guncangan dan Respons Masyarakat

Berdasarkan peta guncangan (shakemap) yang dirilis oleh BMKG, intensitas gempa mencapai skala IV MMI di Kota Waibakul dan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Pada tingkat ini, banyak orang merasakan guncangan di dalam rumah, beberapa di luar rumah, dan dapat menyebabkan kerusakan seperti gerabah pecah serta suara dari pintu dan jendela.

Sementara itu, intensitas III MMI dirasakan di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, dan Kota Labuan Bajo, di mana getaran terasa seperti ada truk besar yang melintas. Hingga pukul 20.45 WIB atau sekitar 21.45 Wita, BMKG melaporkan bahwa belum ada aktivitas gempa susulan yang terdeteksi.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan hingga dinyatakan aman untuk digunakan kembali.