Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, puluhan anak yatim di Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, menyampaikan harapan mereka untuk bersekolah dan mengejar cita-cita. Setiap santunan yang mereka terima menjadi harapan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.
Salah satu anak yatim, Bajah (13), mengungkapkan perasaannya setelah menerima bantuan. Ia merasa lega karena bantuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung biaya pendidikan saat sekolah kembali dibuka. "Sangat senang dan berterima kasih atas bantuan ini, karena memang mau menghadapi sekolah juga, sehingga santunan ini bisa digunakan untuk membantu operasional sekolah," kata Bajah usai menerima santunan dalam acara Lebaran Yatim baru-baru ini.
Bantuan untuk Anak Yatim dan Warga Dhuafa
Bajah merupakan salah satu dari 66 anak yatim yang menerima santunan sebesar Rp 300.000. Selain itu, sebanyak 200 warga dhuafa juga mendapatkan bantuan sosial masing-masing sebesar Rp 100.000.
Sekretaris Desa Sujung, Agus Santoso, menjelaskan bahwa sebagian besar keluarga penerima bantuan bergantung pada pekerjaan serabutan, seperti buruh tani, yang memiliki penghasilan yang tidak besar. Oleh karena itu, setiap bantuan yang diterima dapat meringankan beban kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan anak-anak mereka. Kegiatan Lebaran Yatim ini menjadi harapan besar, terutama menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Tradisi Pemberian Santunan di Desa Sujung
Data dari Pemerintah Desa Sujung mencatat bahwa terdapat 66 anak yatim yang tersebar di 10 kampung, dan semuanya menerima santunan yang dihimpun melalui kolaborasi antara Pemerintah Desa Sujung, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Rumah Amal Salman, serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kader PKK.
Agus menambahkan bahwa pemberian santunan kepada anak yatim sudah menjadi tradisi yang rutin dilakukan oleh masyarakat Desa Sujung setiap kali memperingati hari-hari besar keagamaan. Kegiatan Lebaran Yatim tahun ini juga merupakan bagian dari program Pemerintah Desa Sujung yang telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Ke depannya, pemerintah desa berharap kerjasama ini dapat berkembang menjadi program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.