Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mengumumkan bahwa ikan nila, yang juga dikenal sebagai tilapia, telah menjadi salah satu komoditas utama dalam ekspor perikanan Indonesia, terutama untuk pasar di Amerika Serikat dan Eropa.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa produksi tilapia terus ditingkatkan untuk memenuhi permintaan global yang tinggi. Upaya ini termasuk pengembangan kawasan budidaya ikan nila salin (BINS) di Karawang dan revitalisasi tambak di Pantura untuk meningkatkan kapasitas produksi. "Dua program itu untuk meningkatkan kapasitas produksi nila nasional sekaligus memastikan bahwa seluruh proses budidaya memenuhi standar internasional yang berlaku," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta pada Ahad (17/5/2026).
Pentingnya Sertifikasi untuk Kepercayaan Pasar Internasional
Erwin Dwiyana, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP, menjelaskan bahwa ikan tilapia kini menjadi salah satu pilihan utama bagi konsumen di seluruh dunia. Ikan ini dikenal dengan sebutan Chicken of The Sea karena rasa yang ringan dan mudah diolah, serta tinggi kandungan protein yang mencapai 20 hingga 29 gram per 100 gram. Selain itu, tilapia juga rendah lemak jenuh dan mengandung Omega-3, 6, 9, vitamin B12, serta mineral penting lainnya.
“Saat ini tilapia menjadi komoditas ekspor kita yang zero rejection. Kami melihat standar global sangat penting diperhatikan. Mulai dari persyaratan wajib seperti GMP-SSOP, HACCP, Health Certificate, dan Nomor Registrasi, serta diperkuat sertifikasi buyer-driven seperti GLOBALG.A.P., ISO 22000, SQF, BAP, ASC, dan BRC. Semuanya dilengkapi oleh seluruh eksportir kita sehingga pasar percaya dengan produk kita,” ungkap Erwin.
Keberhasilan Regal Springs Indonesia di Pasar Eropa
Erwin menambahkan bahwa kelengkapan sertifikasi ini menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan Indonesia, sehingga tilapia dari Indonesia diterima dengan baik tanpa penolakan di negara tujuan ekspor. Regal Springs Indonesia, salah satu produsen utama ikan tilapia, berhasil mencatatkan prestasi signifikan di pasar internasional dengan memasok jaringan pub ternama di Inggris, Greene King.
Tri Dharma Saputra, Direktur Regal Springs Indonesia, menjelaskan bahwa keberhasilan mereka memasuki pasar Eropa tidak terlepas dari terpenuhinya 37 sertifikasi, termasuk ASC (Aquaculture Stewardship Council). "Dengan adanya ASC ini maka budidaya perikanan Indonesia dituntut untuk bertransformasi. Semua diukur, dicatat, dan dievaluasi. Mulai dari pengelolaan air, pemberian pakan, hingga proses menjaga kesehatan dan kesejahteraan ikan. Transformasi ini memastikan bahwa tilapia Indonesia tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan," terangnya.
Di Inggris, tilapia telah sukses diolah menjadi menu fish and chips dan hidangan boneless yang menawarkan pengalaman fine dining berkualitas tinggi dengan tingkat keluhan konsumen yang sangat rendah. Dari segi harga, ikan ini juga sangat kompetitif dibandingkan dengan jenis ikan putih lainnya, sehingga mampu merebut pangsa pasar yang sebelumnya didominasi oleh spesies whitefish yang lebih mapan seperti ikan kod dan ikan trout.