BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 10:02 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Selasa, 21 Jul 2026 16:05 WIB

Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026, 16:05 WIB 75x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
R
Rizky Ananta 75x dibaca · 2 menit baca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu pusat gastronomi dunia berkat kekayaan kuliner dan budayanya. Dalam acara pembukaan pameran Food and Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026, ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki berbagai hidangan otentik, warisan budaya yang kaya, serta masyarakat yang ramah.

Dengan semua potensi tersebut, Indonesia mampu menawarkan pengalaman wisata yang otentik dalam bidang budaya dan gastronomi kepada para wisatawan. "Mereka melakukan perjalanan untuk mendapatkan pengalaman yang otentik, dan gastronomi telah menjadi salah satu motivator perjalanan terkuat di dunia," ujar Menteri Pariwisata.

Peluncuran Program Wonderful Indonesia Gourmet

Kementerian Pariwisata, bersama Indonesia Gastronomy Network, telah meluncurkan program Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) untuk mendukung pengembangan wisata budaya dan gastronomi. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman wisatawan serta membantu masyarakat lokal. Menteri Pariwisata menekankan pentingnya pengembangan layanan wisata gastronomi yang harus sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan di hotel, restoran, dan kafe. "Kualitas hotel, restoran, kafe, layanan pariwisata, dan para profesional perhotelan pada akhirnya membentuk bagaimana pengunjung merasakan Indonesia," tambahnya.

Pameran FHI 2026 dan Peluang Investasi

Pameran Food and Hospitality Indonesia 2026 diadakan pada 21-24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta, diikuti oleh lebih dari 500 perusahaan dari 32 negara. Menurut Menteri Pariwisata, acara ini mendukung upaya penguatan ekosistem pariwisata Indonesia. Ia menyatakan bahwa pameran ini dapat mendorong inovasi, standar layanan, promosi, dan pertukaran pengetahuan di kalangan pelaku industri.

FHI 2026 juga membuka peluang investasi dalam infrastruktur perhotelan, teknologi pariwisata cerdas, praktik bisnis berkelanjutan, dan usaha kuliner. "Investasi ini sangat penting untuk mempercepat pengembangan program prioritas pariwisata berkualitas dari Kementerian Pariwisata dan meningkatkan daya saing global Indonesia," jelasnya. Selain itu, FHI juga memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia untuk terhubung dengan produsen dan pengusaha lokal dengan pembeli serta mitra bisnis internasional. Menteri Pariwisata berharap pameran ini dapat memperluas promosi produk kuliner Indonesia ke pasar yang lebih luas dan menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan usaha pariwisata.