MAUMERE — Kota Maumere, yang merupakan ibu kota Kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur, mengalami inflasi tahunan sebesar 1,39 persen pada bulan April 2026. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sikka, Jemsi Armando Manufoe, inflasi ini disebabkan oleh kenaikan pada beberapa kelompok pengeluaran.
“Kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok pakaian dan alas kaki,” ungkap Jemsi saat dihubungi pada Selasa (19/5/2026).
Kenaikan Indeks Harga Konsumen
Jemsi menjelaskan bahwa inflasi yang terjadi menyebabkan indeks harga konsumen (IHK) meningkat dari 108,84 pada April 2025 menjadi 112,00 pada April 2026. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau berkontribusi terhadap inflasi sebesar 3,54 persen. Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menyumbang inflasi sebesar 1,30 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,72 persen, diikuti oleh kelompok kesehatan yang mencapai 12,46 persen, serta kelompok transportasi dengan kontribusi sebesar 6,29 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,89 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang mengalami inflasi sebesar 3,64 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mencatat kenaikan sebesar 2,71 persen, sedangkan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya meningkat sebesar 2,78 persen.
Komoditas Penyebab Inflasi
Jemsi menyebutkan bahwa beberapa komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi pada April 2026 antara lain adalah angkutan udara, tomat, beras, ikan selar, tarif rumah sakit, sigaret kretek mesin (SKM), ikan tuna, kontrak rumah, ikan layang, serta daging ayam ras. Sementara itu, satu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok pendidikan yang tercatat turun sebesar 2,01 persen. Komoditas yang memberikan andil deflasi tahunan meliputi cabai rawit, biaya Sekolah Menengah Atas (SMA), bawang putih, ikan merah, pisang, daun singkong, tauge, ketela pohon, sabun deterjen bubuk, dan cumi-cumi.
Jemsi menambahkan bahwa tingkat inflasi bulanan pada April 2026 tercatat sebesar 0,30 persen, sedangkan inflasi year to date (ytd) mencapai 2,17 persen.
Ia juga menekankan pentingnya langkah-langkah preventif untuk menjaga stabilitas IHK, terutama menjelang periode permintaan musiman seperti Idul Adha dan Komuni Pertama. Langkah-langkah yang disarankan meliputi penguatan pasokan dan logistik pangan, pengendalian harga melalui intervensi pasar, peningkatan kapasitas produksi lokal, serta menjaga kelancaran distribusi barang.