Olahraga

Inovasi Teknologi AI: Berbicara Tanpa Suara Melalui Gerakan Leher

Peneliti dari Pohang University of Science and Technology (POSTECH) mengembangkan teknologi yang memungkinkan komunikasi tanpa suara dengan mendeteksi gerakan otot leher. Sistem ini berpotensi membant...

A
Admin Fakta Lurus
04 May 2026 8 pembaca
Inovasi Teknologi AI: Berbicara Tanpa Suara Melalui Gerakan Leher
Sumber gambar: tekno.kompas.com

KOMPAS.com - Bayangkan jika Anda dapat "berbicara" tanpa mengeluarkan suara. Meskipun terdengar seperti cerita fiksi ilmiah, peneliti dari Pohang University of Science and Technology (POSTECH) telah mulai mewujudkan konsep ini melalui teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Berbeda dengan teknologi suara yang umum, sistem ini tidak menggunakan mikrofon untuk menangkap ucapan. Sebagai alternatif, perangkat yang dipasang di leher digunakan untuk membaca gerakan halus otot dan kulit ketika seseorang berniat berbicara, bahkan sebelum suara dikeluarkan.

Dalam situasi ini, otot di leher tetap bergerak secara halus. Gerakan kecil ini kemudian ditangkap oleh sensor sebagai sinyal awal.

Pengembangan Perangkat Wearable

Untuk mendeteksi gerakan tersebut, peneliti mengembangkan perangkat wearable yang dikenal sebagai multiaxial strain mapping sensor. Sensor ini menggabungkan kamera dengan bahan silikon fleksibel yang dilengkapi penanda (marker), sehingga mampu mendeteksi perubahan kecil pada permukaan kulit. Perangkat ini dirancang agar nyaman digunakan di leher dan dapat menyesuaikan secara otomatis saat posisinya berubah. Setiap gerakan atau perubahan yang terdeteksi oleh sensor di permukaan kulit akan diproses oleh AI untuk diterjemahkan menjadi kata atau kalimat. Setelah kata dikenali, sistem akan mengubahnya menjadi suara menggunakan teknologi sintesis suara yang dilatih berdasarkan profil vokal pengguna.

Dengan demikian, meskipun tidak ada suara yang diucapkan, hasil akhirnya akan tetap terdengar seperti pengguna asli yang sedang berbicara, seperti yang dilaporkan oleh KompasTekno dari DigitalTrends.

Penerapan Teknologi dalam Berbagai Bidang

Teknologi yang dikembangkan oleh peneliti di POSTECH ini memiliki potensi luas untuk diterapkan di berbagai bidang, terutama dalam sektor kesehatan. Individu yang kehilangan kemampuan berbicara, misalnya akibat kerusakan pita suara atau operasi, dapat kembali berkomunikasi menggunakan sistem ini. Selain itu, teknologi pemulihan suara ini juga dapat digunakan dalam berbagai situasi, seperti di ruang rapat untuk menyampaikan pendapat.

Teknologi ini juga membuka peluang untuk interaksi yang lebih alami antara manusia dan AI, di mana niat pengguna dapat diterjemahkan menjadi ucapan tanpa perlu vokalisasi. Dalam pengujian internal, teknologi deteksi gerakan leher menjadi suara ini menunjukkan tingkat akurasi tinggi dalam merekonstruksi ucapan. Sistem AI ini mampu mengenali pola gerakan dengan baik, bahkan di lingkungan bising yang sering kali membuat mikrofon konvensional kesulitan menangkap suara.

Para peneliti di POSTECH berencana untuk menyempurnakan teknologi ini agar dapat digunakan lebih luas di dunia nyata dengan meningkatkan akurasi dan memperluas dukungan bahasa. Harapannya, di masa depan, teknologi ini dapat terintegrasi lebih mulus dengan perangkat konsumen, sehingga dapat mengubah cara manusia berkomunikasi, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Seiring dengan perkembangan teknologi AI dan perangkat wearable, inovasi seperti ini menunjukkan arah baru dalam interaksi yang lebih intuitif, di mana komunikasi tidak lagi bergantung pada suara.

Artikel Terkait