PADANG - Seorang siswa berusia 17 tahun yang diketahui berinisial R ditangkap setelah membawa empat bom rakitan ke MAN 3 Kota Padang. Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa efektif pengawasan dan layanan Bimbingan Konseling (BK) yang ada di sekolah. Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melaksanakan pengawasan harian terhadap siswa melalui guru piket dan layanan BK, namun R tidak pernah melaporkan adanya perundungan yang dialaminya.
Marliza menyatakan, "Untuk kegiatan BK jalan. Cuma R ini tidak pernah melapor dia kena bully atau bagaimana," saat di wawancarai di sekolah pada Selasa (14/07/2026). R kini sedang dalam pengawasan polisi setelah diduga meledakkan satu bom di depan ruang kelas XII IPS 7 saat jam istirahat, sementara tiga bom lainnya berhasil diamankan oleh Tim Gegana Polda Sumatera Barat.
Penyebab Aksi yang Dilakukan Siswa
Dalam pemeriksaan, R mengaku bahwa tindakannya tersebut dilatarbelakangi oleh dendam terhadap seorang teman yang diduga sering merundungnya. Selain itu, polisi mengungkapkan bahwa R belajar cara merakit bom dari internet dan YouTube. Marliza menegaskan bahwa sekolah memiliki mekanisme pengawasan yang dilakukan setiap hari untuk memantau kegiatan siswa. "Kita ada piket pengawasan. Kegiatan harian ada sama guru. Kalau ada laporan kita tangani," ujarnya.
Walaupun demikian, Marliza menegaskan bahwa tidak ada laporan yang diterima dari R terkait dugaan perundungan selama ia bersekolah di MAN 3 Padang. "Terkait peristiwa pembullyan, dia tidak pernah lapor ke sekolah," tambahnya. Menurut Marliza, perhatian sekolah lebih kepada masalah kehadiran R, yang beberapa kali tidak masuk sekolah. Pihak madrasah pun pernah memanggil orang tua R untuk mencari tahu penyebabnya.
Profil Siswa dan Catatan Disiplin
Marliza menjelaskan bahwa R adalah siswa yang cenderung pendiam dan tidak banyak berinteraksi dengan teman-temannya. "Kalau secara akademik paling dia agak pendiam," ujarnya. Hingga saat ini, pihak sekolah tidak pernah menerima laporan mengenai perilaku berisiko atau tindakan yang membahayakan dari R. "Track record-nya selama ini tidak pernah ada laporan terkait itu," tambahnya.
Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menyatakan bahwa R diduga telah menyiapkan empat bom rakitan dari rumahnya. Salah satu bom tersebut diledakkan sekitar pukul 10.15 WIB di depan ruang kelas dengan menggunakan mancis, yang ditujukan untuk mencelakai teman sekelasnya yang sering membully dirinya. Ledakan tersebut tergolong berdaya ledak rendah, dan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Dengan kejadian ini, penting untuk mengevaluasi kembali sistem pengawasan dan layanan Bimbingan Konseling di sekolah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.