Uni Eropa mengukuhkan niatnya untuk memperkuat investasi dan kemitraan dalam rangka mendukung pengembangan sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan memberikan pembiayaan sebesar 236 juta euro untuk proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) pada tahap awal.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, menyatakan bahwa transportasi berkelanjutan merupakan elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas, serta mendukung transisi menuju ekonomi yang rendah karbon di Indonesia. Dalam acara Indonesia-Europe Roundtable on Sustainable Transport Development yang diadakan oleh Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA), Uni Eropa, Pemerintah Jerman, dan KfW Development Bank di RailwayTech Indonesia 2026 di Jakarta, Denis menekankan pentingnya investasi berkualitas dan kemitraan yang kokoh untuk menciptakan infrastruktur transportasi yang modern dan ramah lingkungan.
Kerja Sama dalam Proyek Transportasi
Denis menjelaskan bahwa forum tersebut bertujuan untuk mempertemukan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, dan sektor swasta, guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sistem transportasi berkelanjutan. Diskusi yang berlangsung mencakup integrasi transportasi multimoda, pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD), serta peluang investasi dan pembiayaan infrastruktur.
Salah satu contoh nyata dari kerja sama yang sedang berlangsung adalah proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL), yang didukung oleh KfW Development Bank. Pada tahap pertama, proyek ini mendapatkan alokasi dana sebesar 236 juta euro untuk melakukan modernisasi dan elektrifikasi jalur kereta komuter Surabaya-Sidoarjo. “Ini mendukung terwujudnya sistem transportasi yang tangguh terhadap perubahan iklim,” ungkap Denis.
Komitmen Jerman dalam Infrastruktur Transportasi
Oliver Sperling, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta, menyatakan bahwa Jerman dan Indonesia telah menjalin kemitraan jangka panjang dalam pengembangan infrastruktur transportasi. Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan Jerman dan Eropa siap memberikan dukungan dalam transformasi sistem transportasi Indonesia melalui teknologi, keahlian, dan solusi yang berkelanjutan. “Seiring langkah Indonesia menuju sistem transportasi yang tangguh terhadap perubahan iklim dan berorientasi pada masa depan, perusahaan-perusahaan Jerman dan Eropa siap bekerja sama dengan menghadirkan keahlian berkualitas tinggi, teknologi inovatif, serta solusi yang berkelanjutan,” kata Oliver.