Ekonomi

KAI Terus Dampingi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, 12 Penumpang Masih Dirawat

PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih memberikan pendampingan kepada penumpang dan keluarga yang terdampak kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, dengan 96 penumpang telah pulang dan 12 lainnya masih dalam...

B
Bima Mandala Sakti
09 May 2026 8 pembaca
KAI Terus Dampingi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, 12 Penumpang Masih Dirawat
PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih terus melakukan pendampingan terhadap pelanggan dan keluarga yang terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus melakukan pendampingan bagi pelanggan dan keluarga yang terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 96 penumpang sudah diperbolehkan pulang untuk melanjutkan pemulihan bersama keluarga mereka. Sementara itu, 12 penumpang lainnya masih mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit dan kondisinya terus dipantau secara berkala oleh pihak KAI.

Pendampingan Berkelanjutan untuk Korban

Anne Purba, Vice President Corporate Communication PT KAI, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan rumah sakit, keluarga korban, dan pihak terkait untuk memastikan proses pendampingan berlangsung dengan baik. "Kami terus menjaga komunikasi dengan rumah sakit, keluarga, dan pihak terkait agar setiap proses pendampingan berjalan lancar. Pelanggan yang masih dirawat terus kami pantau, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan," ungkap Anne dalam keterangannya pada hari yang sama.

Selain memberikan pendampingan medis, KAI juga menyediakan layanan klaim atau reimbursement bagi penumpang yang menjalani pengobatan secara mandiri. Pengajuan klaim dapat dilakukan dengan melampirkan bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian maksimal 21 hari kerja.

Trauma Healing dan Pengelolaan Barang Tertinggal

KAI juga menawarkan layanan trauma healing bagi pelanggan dan keluarga yang memerlukan dukungan psikologis. Layanan ini dapat diakses melalui Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur atau melalui call center 0812-9660-5747. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari telemedicine hingga konsultasi tatap muka, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pelanggan.

Di sisi lain, KAI masih melakukan pendataan terhadap barang-barang penumpang yang tertinggal saat insiden. Hingga 9 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat 121 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 80 barang telah diserahkan kepada pemiliknya, sementara 41 barang lainnya masih dalam proses verifikasi melalui layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur. "Kami memahami setiap barang yang tertinggal memiliki arti penting bagi pelanggan maupun keluarga. Karena itu, proses pendataan dan penyerahan dilakukan secara teliti agar barang dapat diterima oleh pemilik yang berhak," kata Anne.

Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur akan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani kebutuhan informasi, administrasi, layanan lanjutan, serta dukungan psikologis bagi pelanggan dan keluarga. Di tengah proses pemulihan ini, KAI juga masih memberlakukan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api di lokasi kejadian untuk mendukung pengecekan jalur dan pemulihan operasional.

Anne menambahkan, kebijakan tersebut diambil demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api, meskipun berdampak pada keterlambatan perjalanan, terutama untuk layanan Commuter Line lintas Cikarang. "Pembatasan kecepatan ini masih diperlukan agar proses pengecekan dan pemulihan operasional dapat berjalan dengan baik serta tetap menjaga aspek keselamatan perjalanan. Kami memahami kondisi ini berdampak kepada keterlambatan perjalanan kereta api, khususnya Commuter Line lintas Cikarang, dan kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan," ujarnya.

Artikel Terkait