BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:09 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 04 Jul 2026 17:43 WIB

Kapolda NTT Mengungkap Penolakan Dokter Icha Terhadap Pendampingan Psikologis

04 Jul 2026, 17:43 WIB 96x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
I
Ilham Saputra 96x dibaca · 2 menit baca
Kapolda NTT Mengungkap Penolakan Dokter Icha Terhadap Pendampingan Psikologis
regional.kompas.com

KUPANG – Irjen Rudi Darmoko, Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkapkan bahwa almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang dikenal sebagai Dokter Icha, sempat menolak tawaran pendampingan psikologis yang disediakan oleh Polda NTT. Penolakan ini terjadi setelah pihak kepolisian menerima laporan mengenai intimidasi yang dialami Dokter Icha dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Polda NTT telah mempersiapkan tim psikologi untuk membantu mengatasi masalah mental yang dihadapi Dokter Icha.

“Sangat disayangkan karena almarhumah menolak dengan jawaban karena sudah ditangani oleh psikiater,” ungkap Rudi di Mapolda NTT pada Sabtu, 4 Juli 2026. Meskipun demikian, Rudi menekankan bahwa tim terapis psikologi Polda NTT telah siap untuk memberikan dukungan dalam menstabilkan kondisi mental Dokter Icha yang diduga mengalami depresi.

Penolakan Pendampingan Psikologis

Walaupun tawaran pendampingan tersebut telah disampaikan, Dokter Icha tetap menolak dengan alasan telah mendapatkan perawatan dari seorang psikiater. “Padahal andaikata kalau almarhumah berkenan saja bisa kami bantu dan mungkin beda ceritanya, tetapi mungkin sudah jalannya almarhumah,” tambah Rudi.

Laporan Keluarga dan Dugaan Intimidasi

Sebelumnya, keluarga Dokter Icha telah melaporkan empat individu ke Polda NTT pada Jumat, 3 Juli 2026, atas dugaan intimidasi yang dialami Dokter Icha sebelum ia mengakhiri hidupnya. Empat terlapor tersebut terdiri dari tiga anggota DPRD Kabupaten TTU, yaitu Therensius Lazakar dari Partai Golkar, Norbertus Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDI Perjuangan, serta seorang dokter hewan bernama Maria Mathildis Sau.

Keluarga meyakini bahwa pernyataan yang disampaikan oleh keempat terlapor kepada Dokter Icha di Rumah Sakit Leona, Kefamenanu, pada 13 Juni 2026, berkontribusi pada penurunan kondisi psikologisnya. Setelah insiden tersebut, Dokter Icha mengalami trauma berat dan sempat dirawat di RS Leona, Kefamenanu. Karena kondisi mentalnya semakin memburuk, keluarga membawanya ke Kota Kupang untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Pada 24 Juni 2026, Dokter Icha menjalani terapi di Klinik Utama Jiwa Dewanta Mental Healthcare Kupang dan didiagnosis mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik. Tragisnya, pada 26 Juni 2026, Dokter Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orangtuanya di kawasan RSS Baumata, Kabupaten Kupang. Kasus ini kini ditangani oleh Polda NTT setelah keluarga melaporkan dugaan intimidasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Catatan redaksi: Depresi dan keinginan bunuh diri dapat dialami oleh siapa saja. Segera konsultasikan dengan profesional jika Anda mengalami masalah kesehatan mental. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami masalah serupa, jangan ragu untuk mencari bantuan.