BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:10 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 18 Jul 2026 21:50 WIB

Kebakaran Hutan di Bengkalis Riau, 80 Hektar Terbakar dan Upaya Pemadaman Dikerahkan

18 Jul 2026, 21:50 WIB 88x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
A
Almira Rara Susanti 88x dibaca · 2 menit baca
Kebakaran Hutan di Bengkalis Riau, 80 Hektar Terbakar dan Upaya Pemadaman Dikerahkan
regional.kompas.com

Di Kabupaten Bengkalis, Riau, terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada hari Sabtu, 18 Juli 2026. Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menyampaikan bahwa titik api terletak di perbatasan Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, dan Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir. Proses pemadaman api yang menghanguskan lahan gambut ini telah dilakukan selama tiga hari.

"Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 80 hektar. Upaya pemadaman dan pendinginan telah dilakukan selama tiga hari," ungkap Fahrian melalui pesan WhatsApp.

Upaya Pemadaman yang Terpadu

Mengingat besarnya area yang terbakar, seluruh kekuatan dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran. Pemadaman dari darat melibatkan berbagai pihak, termasuk Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat peduli api (MPA) dan pemerintah kelurahan. "Total petugas pemadam dari darat sebanyak 117 orang," tambah Fahrian.

Selain upaya pemadaman dari darat, titik api juga diserang dari udara dengan menggunakan tiga helikopter water bombing. Dengan kombinasi kekuatan darat dan udara, titik api akhirnya dapat dikendalikan. "Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan sinergisitas lintas instansi, agar kebakaran tidak semakin meluas dan dapat segera dikendalikan," jelasnya.

Kondisi dan Penyebab Kebakaran

Fokus utama petugas adalah memastikan api benar-benar padam, mencegah munculnya titik api baru, serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kabut asap. Fahrian menyebutkan bahwa lahan yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan tanaman kelapa sawit yang tidak terawat, dengan karakteristik tanah yang kering, sehingga api mudah menyebar.

Akses menuju lokasi titik api masih dapat dijangkau oleh petugas dengan kendaraan roda dua dan empat, namun medan yang didominasi lahan gambut dan semak belukar membuat proses pemadaman menjadi lebih menantang. Cuaca panas dan angin kencang juga menjadi kendala dalam pemadaman. "Untuk pemadaman api, petugas memanfaatkan sumber air di kanal yang tidak jauh dari lokasi kebakaran," kata Fahrian.

Petugas gabungan melakukan penyemprotan secara berkelanjutan pada titik-titik api dan bara yang tersisa. Terkait penyebab kebakaran, Fahrian mengungkapkan bahwa saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, dan mengambil dokumentasi. "Penyebab kebakaran dan identitas pemilik lahan masih dalam penyelidikan," tambahnya.

Saat ini, kondisi di lokasi hanya menyisakan bara api, namun petugas akan terus memantau dan melakukan patroli secara berkala untuk memastikan tidak ada kebakaran susulan.

Menanggapi musim kemarau yang sedang berlangsung, Polres Bengkalis dan seluruh instansi terkait akan terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi ancaman karhutla. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena selain melanggar hukum, tindakan tersebut dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat akibat kabut asap, serta berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi yang besar," pungkas Fahrian.