CIANJUR – Pada Sabtu (8/8/2026), kebakaran hutan yang terjadi di Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) meluas, sehingga memerlukan penanganan intensif dengan dikerahkannya 142 personel gabungan. Kebakaran ini pertama kali terdeteksi melalui kamera pengawas yang dipasang di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ciloto pada dini hari.
Upaya Penanganan Kebakaran
Setelah terdeteksi, informasi mengenai kebakaran tersebut segera ditindaklanjuti oleh petugas TNGGP, relawan, dan masyarakat setempat. Tim pemadam kebakaran bergerak menuju lokasi melalui jalur Gunung Putri dan Cibodas untuk melakukan peninjauan dan penanganan lebih lanjut. “Relawan yang bergerak dari jalur Gunung Putri diarahkan melalui Puncak Sela menuju Kawah Wadon. Sementara itu, tim TNGGP mengoordinasikan relawan dan MPP di jalur Cibodas untuk mendukung penanganan kebakaran,” jelas Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Sudrajat.
Kondisi Kebakaran dan Vegetasi yang Terbakar
Dalam penanganan kebakaran ini, personel yang terlibat terdiri dari petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta relawan. Asep menyebutkan bahwa kondisi api pada Jumat malam mulai terkendali, meskipun pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru. “Vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan rerumputan. Tidak ada tanaman Edelweiss yang teridentifikasi di area yang terdampak kebakaran,” tambahnya.
Sementara itu, Asep juga menginformasikan bahwa kebakaran sebelumnya yang terjadi di Alun-Alun Suryakencana telah berhasil dikendalikan, namun masih dalam pemantauan petugas. Video yang menunjukkan kebakaran di Alun-Alun Suryakencana sempat viral di media sosial pada Kamis (6/8/2026), memperlihatkan kobaran api dan asap yang membumbung di tengah hamparan ilalang.
Sehari setelah insiden tersebut, Balai Besar TNGGP mengeluarkan surat edaran yang menutup sementara seluruh aktivitas pendakian hingga 11 Agustus 2026. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pendaki, pengunjung, masyarakat, dan pegiat alam bebas, serta untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran yang sedang berlangsung.