BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 01:43 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Selasa, 30 Jun 2026 17:19 WIB

Kebakaran Meluas di TPA Jatiwaringin, Upaya Pemadaman Terhambat Angin Kencang

30 Jun 2026, 17:19 WIB 14x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
D
Doni Setiawan 14x dibaca · 2 menit baca
Kebakaran Meluas di TPA Jatiwaringin, Upaya Pemadaman Terhambat Angin Kencang
regional.kompas.com

TANGERANG - Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang terletak di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (30/6/2026). Kebakaran ini mengakibatkan area yang terbakar meluas hingga lebih dari dua hektare, disertai kepulan asap tebal yang terlihat dari berbagai lokasi di sekitarnya. Pemerintah daerah, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masih berupaya memadamkan api yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

Kronologi Kebakaran

Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga berawal dari titik api kecil yang muncul pada pagi hari. Petugas TPA pertama kali mendeteksi adanya asap yang berasal dari area penimbunan sampah di bagian utara lokasi. "Kalau ditotal mungkin bisa lebih dari dua hektare luasannya. Yang posisinya kebakaran itu dari titik api kecil di sebelah barat tadi pagi, kemudian ditangani oleh petugas internal kami," jelas Ujat di Tangerang.

Namun, api dengan cepat membesar dan menyebar ke area lain, terutama karena banyaknya material mudah terbakar seperti sampah kering di sekitar lokasi. Menurut Ujat, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memperparah kebakaran. Suhu yang tinggi dan angin kencang membuat api sulit dikendalikan dan cepat merambat. "Angin hembusannya cukup kencang, sehingga itu menyulitkan, berkejaran dengan petugas untuk proses pemadaman," tambahnya. Ia juga menyatakan bahwa angin membawa material sampah kering yang terbakar, sehingga memicu munculnya titik api baru di lokasi lain.

Upaya Pemadaman Kebakaran

Pemerintah daerah telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani kebakaran ini, termasuk sembilan unit kendaraan pemadam kebakaran dan sekitar 45 personel dari DLHK serta 30 personel dari BPBD. Selain itu, enam armada pemadam kebakaran tambahan juga dikerahkan dari BPBD Kabupaten Tangerang. Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Ruslan, menyatakan bahwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops).

Namun, proses pemadaman masih menghadapi tantangan, terutama karena lokasi yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air. "Kondisi lokasi menyulitkan proses pemadaman," ungkap Ahmad. Kebakaran di TPA Jatiwaringin juga menyebabkan kepulan asap tebal yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. DLHK telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan puskesmas setempat untuk menyiagakan tim medis guna memberikan penanganan jika ada warga atau petugas yang terpapar asap.

Ujat menambahkan, "Ini kita sudah koordinasi dengan camat dan puskesmas setempat (Rajeg dan Mauk) ini. Petugas medis sudah disiapkan, kami antisipasi apabila ada yang kena dampak dari asap ini." Selain itu, petugas juga berusaha untuk melokalisasi api agar tidak menyebar ke area lain yang lebih luas di dalam kawasan TPA.