BANDAR LAMPUNG - Sebuah gudang yang berada di Jalan Slamet Riyadi Raya, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung terbakar pada Selasa malam, 11 Agustus 2026. Kebakaran yang melanda bangunan seluas sekitar 1.000 meter persegi ini mengakibatkan banyak barang dan kendaraan yang ada di dalamnya hangus dilalap api.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.09 WIB dan segera ditangani oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkarmat) Kota Bandar Lampung. Sebanyak 18 unit kendaraan pemadam dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar.
Proses Pemadaman yang Sulit
Danton Damkarmat Kota Bandar Lampung, Budiyanto, menyatakan bahwa api sulit untuk dikendalikan karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gudang. "Di dalam gudang banyak barang yang mudah terbakar, seperti plastik dan minyak. Itu yang membuat api cepat membesar dan proses pemadaman cukup sulit," ungkap Budiyanto.
Dalam penanganan kebakaran ini, sebanyak 90 personel dikerahkan dan sekitar 50 tangki air digunakan. Budiyanto menjelaskan bahwa penyemprotan dilakukan dari berbagai sisi untuk mencegah api menyebar lebih luas. "Kami juga menggunakan suplai air untuk mendukung proses pemadaman," tambahnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 23.46 WIB, setelah sekitar dua jam 37 menit sejak laporan kebakaran diterima. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka. Setelah api berhasil dipadamkan, kami juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali," kata Budiyanto.
Dugaan Penyebab Kebakaran
Angga, penjaga gudang, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga bermula dari ujung dalam gudang. Ia mencurigai bahwa sumber api berasal dari korsleting listrik yang kemudian cepat menyebar karena banyaknya barang yang mudah terbakar di sekitarnya. "Saya melihat api dari bagian ujung dalam gudang. Dugaan sementara dari korsleting listrik, kemudian api cepat menyambar karena banyak barang yang mudah terbakar," jelas Angga.
Akibat kebakaran ini, sejumlah peralatan di dalam gudang terbakar, termasuk sekitar 200 unit kulkas freezer, 40 unit showcase, 15 unit pendingin udara, serta beberapa komputer dan printer. Selain itu, tiga kendaraan juga ikut terbakar, yaitu satu mobil Grand Max dan dua sepeda motor.
Kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 600 juta. Saat ini, penyebab pasti dari kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian, yang akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber api dan penyebab kebakaran.