BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Kamis, 06 Agt 2026 11:46 WIB

Kecelakaan Petani Nira di Jembrana Akibat Kabel WiFi Menjuntai, Keluarga Kecewa dengan Provider

06 Agt 2026, 11:46 WIB 72x dibaca 2 menit baca denpasar.kompas.com denpasar.kompas.com
S
Sabrina Aulia Rahma 72x dibaca · 2 menit baca
Kecelakaan Petani Nira di Jembrana Akibat Kabel WiFi Menjuntai, Keluarga Kecewa dengan Provider
denpasar.kompas.com

JEMBRANA – Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kabel WiFi yang menjuntai kembali terjadi di Bali, menimpa seorang petani nira bernama I Ngurah Putu Oka (62) dari Jembrana. Insiden ini terjadi di Jalur Nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Putu Oka mengalami patah pada kaki kanannya setelah sepeda motor yang dikendarainya terjerat kabel yang membentang rendah.

Peristiwa nahas ini mengancam kelanjutan profesi Putu Oka sebagai petani nira, pekerjaan yang telah dilakukannya selama lebih dari sepuluh tahun untuk menyokong ekonomi keluarganya. Anak korban, Komang Pande Suartawan (36), menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.45 WITA. Saat itu, ayahnya sedang mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi DK 3637 WS dari arah Denpasar menuju Gilimanuk setelah mengantarkan tuak manis ke pelanggan.

Detail Kecelakaan dan Penanganan Korban

“Saat kejadian, kabelnya terbentang rendah dan Bapak saya melintas. Kabel tersebut menjerat bagian leher Bapak saya hingga jatuh. Bahkan kaki kanannya sampai patah tulang,” ungkap Pande saat dihubungi pada Rabu (5/8/2026). Setelah terjatuh, Putu Oka segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Ia sempat menjalani perawatan intensif dan operasi sebelum akhirnya diizinkan untuk rawat jalan. “Kemarin dirawat tiga hari di rumah sakit dan sempat dioperasi. Sekarang masih istirahat di rumah,” jelasnya.

Kecewa terhadap Sikap Provider

Pande menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan pengelola kabel WiFi. Ia menilai pihak provider tidak menunjukkan itikad baik dan terkesan mengabaikan kondisi ayahnya yang kini mengalami cedera serius. Pande mengungkapkan bahwa perusahaan hanya menawarkan uang kompensasi tanpa memberikan pertanggungjawaban yang jelas. “Mereka (provider) hanya menawarkan kompensasi. Sampai pulang dari rumah sakit, pihak provider tidak ada tanggapan sama sekali. Pihak provider ini sengaja memperlambat proses,” keluhnya.

Pande juga mendesak pemerintah daerah dan pihak berwenang untuk menertibkan keberadaan kabel provider internet yang semrawut di sepanjang jalan utama. Ia menegaskan bahwa kasus serupa bukanlah yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut, dan berharap agar hal ini ditanggapi serius agar tidak terulang di masa mendatang.

Upaya Mediasi oleh Kepolisian

Kapolsek Negara, AKP Andi Prasetio, mengonfirmasi bahwa keluarga korban telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Saat ini, kepolisian sedang berusaha memfasilitasi mediasi antara keluarga korban dan pihak provider untuk mencari solusi terbaik. Namun, jika mediasi tidak berhasil, pihak kepolisian akan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. “Tapi jika tidak ada titik temu nantinya, maka akan kita proses secara jalur hukum,” kata AKP Andi Prasetio saat dikonfirmasi pada Rabu (5/8/2026).