BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:10 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 04 Jul 2026 20:43 WIB

Kecelakaan Tragis Bus Sugeng Rahayu di Nganjuk, 27 Penumpang Terluka

04 Jul 2026, 20:43 WIB 97x dibaca 2 menit baca surabaya.kompas.com surabaya.kompas.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 97x dibaca · 2 menit baca
Kecelakaan Tragis Bus Sugeng Rahayu di Nganjuk, 27 Penumpang Terluka
surabaya.kompas.com

NGANJUK - Kecelakaan yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu dengan sebuah truk terjadi di Jalan Raya Bagor, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk pada Sabtu, 4 Juli 2026, siang. Akibat dari insiden tersebut, sebanyak 27 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dan bus dengan nomor polisi W 7571 UP itu terjun ke sungai, sementara truk tetap berada di jalur jalan.

Perwakilan dari Jasa Raharja, Muhammad Rifan Hadinata, menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan Satlantas Polres Nganjuk telah melakukan pendataan terhadap seluruh korban. Dari hasil pendataan sementara, semua korban yang terluka telah mendapatkan perawatan medis di dua rumah sakit. "Rinciannya, 14 korban dilarikan di RSUD Nganjuk dan 13 korban luka lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk," jelas Rifan.

Korban Luka dan Penanganan Medis

Menurut Rifan, mayoritas dari korban yang mengalami luka adalah penumpang Bus Sugeng Rahayu. Beruntung, sebagian besar dari mereka hanya mengalami luka ringan. "Kebanyakan korban luka ringan. Tapi masih menunggu info dari rumah sakit terkait detail luka-lukanya. Kami pastikan penumpang bus yang jadi korban dalam jaminan Jasa Raharja," tutupnya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan yang mengakibatkan bus tercebur ke sungai tersebut.

Detik-detik Sebelum Kecelakaan

Nurul (32), salah satu penumpang, menceritakan bahwa ia menaiki Bus Sugeng Rahayu dari Surabaya menuju Kabupaten Madiun bersama putrinya yang berusia 5 tahun dan duduk di belakang sopir. Ia mengungkapkan bahwa bus melaju dengan kecepatan tinggi dan beberapa kali menyalip kendaraan lain sejak berangkat dari Surabaya. "Bus ngebut atau ngeblong sejak dari Surabaya. Seperti tidak mau mengalah," ungkapnya saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat RSUD Nganjuk.

Nurul melanjutkan, sebelum kecelakaan terjadi, bus berusaha mendahului kendaraan lain di depannya meskipun jalan sedikit menikung dan ramai. Dari arah berlawanan, sebuah truk muncul, sehingga sopir diduga berusaha menghindari tabrakan dengan membanting setir ke kiri, yang mengakibatkan bus menabrak pembatas jalan dan tercebur ke sungai. "Penumpang langsung teriak-teriak," katanya.

Akibat kecelakaan tersebut, Nurul mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh, sedangkan putrinya tidak mengalami luka. "Saya cuma luka ringan, luka lecet. Anak saya aman," tambahnya.

Penumpang lainnya, Totok (53), juga menceritakan bahwa bus sempat bersenggolan dengan truk sebelum kehilangan kendali dan masuk ke sungai. "Rasanya di dalam bus kayak diguncang-guncang. Saat nyebur ke sungai, penumpang terpelanting, ada yang di bawah kursi sampai atap bus," ujarnya. Akibat kejadian tersebut, ia beserta istri dan anaknya juga mengalami luka-luka.