BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Minggu, 09 Agt 2026 21:01 WIB

Kehidupan Baru Siti Maryam Setelah Kehilangan Suami di Waduk Jatiluhur

09 Agt 2026, 21:01 WIB 40x dibaca 2 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
S
Shinta Islamadina 40x dibaca · 2 menit baca
Istri dan anak-anak Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta(Muhamad Hidayat)
Istri dan anak-anak Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta(Muhamad Hidayat)

PURWAKARTA - Kepergian Sumarna, seorang satpam di Waduk Jatiluhur, membawa dampak besar bagi keluarganya. Siti Maryam, istri Sumarna, kini harus menghadapi kehidupan baru bersama dua anak mereka, Gerald Surya Pratama yang berusia 17 tahun dan Syakila Ratu Calista yang berusia 9 tahun. Sebelumnya, Siti lebih banyak berperan sebagai ibu rumah tangga yang fokus pada pengasuhan anak-anaknya. Namun, setelah kehilangan suami, ia mulai mencari cara untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Rencana Mencari Pekerjaan

Siti kini berencana untuk mencari pekerjaan agar dapat melanjutkan hidup dan memenuhi kebutuhan kedua anaknya. Di tengah situasi yang sulit ini, ia berusaha untuk tetap menjalani rutinitas sehari-hari bersama Gerald dan Syakila. Siti mengungkapkan bahwa kedua anaknya dalam kondisi sehat, meskipun ia sendiri merasa sedikit terganggu karena terus memikirkan kasus yang menimpa suaminya. "Alhamdulillah, anak-anak sehat. Cuma saya agak kurang sehat karena terus kepikiran," ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Kenangan dan Keinginan Sumarna

Selain memikirkan masa depan keluarganya, Siti juga mengenang keinginan suaminya yang belum terwujud, yaitu merenovasi rumah mereka agar lebih nyaman. "Ada satu keinginan almarhum suami yang belum terealisasi, yaitu suami ingin merenovasi rumah agar lebih nyaman. Namun, keinginan itu terkubur bersama jasad almarhum," ungkap Siti. Kenangan ini kini menjadi salah satu pengingat bagi Siti tentang suaminya.

Gerald, anak sulung mereka, juga mengenang sosok ayahnya yang penuh perhatian. Ia menyatakan bahwa ayahnya selalu meluangkan waktu untuk keluarga, seperti mengantar mereka ke sekolah dan mengajak jalan-jalan. "Ayah sangat perhatian sama anak-anaknya, terutama adik bungsunya," kata Gerald. Meskipun kehilangan ayahnya, ia merasa bahwa kasih sayang dan kebersamaan yang diberikan sudah menjadi kenangan berharga.

Kebaikan Sumarna juga dikenang oleh tetangga di lingkungan tempat tinggalnya. Seorang tetangga bernama Nanar menyebut Sumarna sebagai sosok yang baik dan suka menolong. "Saya sangat kehilangan sosok almarhum karena beliau baik sekali, suka menolong tetangga, juga rajin ibadahnya," tutur Nanar.

Hingga saat ini, rumah duka Sumarna masih didatangi oleh tetangga dan kerabat yang ingin menyampaikan belasungkawa kepada Siti dan kedua anaknya. Di tengah kesedihan ini, Siti harus bersiap menjalani kehidupan baru dan mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setelah kepergian Sumarna.