BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:45 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 27 Jun 2026 11:01 WIB

Kekerasan dalam Keluarga: Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan Pernah Aniaya Ayahnya

27 Jun 2026, 11:01 WIB 41x dibaca 2 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
D
Doni Setiawan 41x dibaca · 2 menit baca
Kekerasan dalam Keluarga: Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan Pernah Aniaya Ayahnya
bandung.kompas.com

BANDUNG - Taufik Hidayat, yang menjadi tersangka dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29) di Bandung, menarik perhatian publik setelah ayahnya, Tata, mengungkapkan bahwa ia pernah menjadi korban kekerasan dari anaknya sendiri. Pengakuan ini disampaikan Tata dalam sebuah diskusi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang ditayangkan di kanal YouTube.

Dalam perbincangan tersebut, Dedi Mulyadi bertanya kepada Tata apakah Taufik pernah menunjukkan perilaku kasar. Tata menjawab bahwa Taufik pernah memukulnya menggunakan kayu. "Pernah, dipukul kepala, ku kayu (sama kayu)," ungkap Tata.

Kejadian Kekerasan di Sawah

Tata menceritakan bahwa insiden tersebut terjadi saat ia sedang mencangkul di sawah. Pada waktu itu, Taufik yang tidak memiliki pekerjaan ingin makan, namun tidak ada lauk di rumah. "Datang langsung mukul," kata Tata menjelaskan situasi tersebut. Ia menambahkan bahwa Taufik merupakan anak yang paling disayang dan dimanjakan dalam keluarganya, karena dianggap paling tampan dibandingkan saudara-saudaranya.

Pengalaman Mantan Istri Taufik

Mantan istri Taufik juga memberikan keterangan mengenai sifatnya. Wanita yang menikah dengan Taufik pada tahun 2015 ini mengungkapkan bahwa pernikahan mereka hanya bertahan selama dua minggu sebelum ia pergi, saat sedang hamil. "Enggak lama, dua Minggu," ujarnya. Ia menambahkan bahwa selama berpacaran, Taufik tidak pernah melakukan kekerasan fisik, tetapi setelah menikah, Taufik sering meminta kembali mas kawin yang telah diberikan setiap kali mereka bertengkar. "Kalau marah, sini mas kawin. Sering gitu. Jadi mas kawin sama cincin nikah di bawa semua," jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Taufik dikenal sangat cemburu dan mudah marah jika keinginannya tidak dipenuhi. "Cemburuan banget, suka marah-marah," tuturnya.

Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi, menambahkan bahwa sifat temperamental Taufik sudah terlihat sejak kecil. Ia juga menyebut bahwa anak kedua Tata memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dengan Taufik dan sering mengonsumsi minuman keras. "Anak yang keempat meninggal karena overdosis. Minum obat-obatan sampai meninggal," kata Kusnaedi.

Kusnaedi juga menjelaskan bahwa sejak kecil, Taufik selalu dibela oleh orangtuanya setiap kali terlibat pertengkaran dengan teman atau orang lain. "Suka dibela terus. Di manja," ungkapnya. Hal ini berkontribusi pada perkembangan Taufik menjadi pribadi yang terlalu dimanjakan.

Kasus ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika keluarga dan dampak dari kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga.