LAMONGAN — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk segera mengoptimalkan rumah pompa yang dapat menyediakan air untuk sekitar 600 hektare lahan pertanian di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Permintaan ini muncul di tengah ancaman kekeringan yang dihadapi selama musim kemarau.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Dani Gartina, saat melakukan peninjauan terhadap infrastruktur irigasi pertanian bersama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Kecamatan Sugio pada malam hari, Senin (10/8/2026). Dalam kunjungannya, Dani meninjau beberapa desa, termasuk Desa Kramat, Lopang, dan Jubel Kidul, dan menyoroti pentingnya rumah pompa berkapasitas besar yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian seluas 600 hektare.
Optimalisasi Rumah Pompa untuk Pertanian
Dani menegaskan bahwa kapasitas rumah pompa tersebut harus segera dioptimalkan agar petani dapat memanfaatkan pasokan air untuk menjaga produktivitas lahan di tengah berkurangnya ketersediaan air. "Untuk mengoptimalkan operasionalnya (aliran air ke 600 hektare lahan), masih diperlukan dukungan jaringan serta penyambungan listrik resmi," ungkapnya.
Menanggapi arahan dari Kementan, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk segera menyelesaikan masalah teknis yang berkaitan dengan kelistrikan dan jaringan distribusi air agar rumah pompa dapat berfungsi dengan baik. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan, Mugito, menyatakan bahwa sistem irigasi perpompaan dan perpipaan menjadi salah satu fokus intervensi pemerintah daerah untuk menghadapi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.
Langkah Selanjutnya untuk Mengatasi Kekeringan
Selain mengoptimalkan rumah pompa di Sugio, Pemkab Lamongan bersama Kementan juga melakukan pemetaan terhadap lahan pertanian lain yang berpotensi terkena dampak kekeringan. Bantuan serupa sebelumnya telah diberikan kepada petani di Desa Jubel Kidul dan Desa German. "Upaya ini merupakan bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan air. Ketersediaan air menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan status Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional," jelas Mugito.
Mugito menambahkan bahwa optimalisasi rumah pompa diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air untuk sekitar 600 hektare sawah di wilayah Sugio. Pemerintah daerah juga berencana mempercepat pembangunan jaringan irigasi perpipaan agar pasokan air dapat segera menjangkau lahan yang ditanami padi di Sugio dan sekitarnya.