PAMEKASAN, Jawa Timur - Sebanyak 76 desa di Kabupaten Pamekasan menjadi daerah yang sering mengalami kekeringan setiap tahun. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, terdapat lima kecamatan yang biasanya mengalami kondisi kering yang kritis, yaitu Kecamatan Waru, Batumarmar, Palengaan, dan Pasean.
Achmad Zainullah, dari Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi terkait kondisi kekeringan di semua desa. "Sekarang kita masih proses asesmen, sambil menunggu data dari kecamatan," ujarnya pada hari Senin, 29 Juni 2026.
Proses Verifikasi dan Prediksi Kekeringan
Selama dua tahun terakhir, yaitu 2024 dan 2025, kekeringan telah melanda 76 desa di Pamekasan, meskipun jumlah dusun yang terdampak mengalami perubahan. Pada tahun 2025, tercatat ada 240 dusun yang mengalami kekeringan, sedangkan untuk tahun 2026, jumlah tersebut baru akan diketahui setelah proses verifikasi selesai. "Bisa jadi jumlah dusunnya akan berkurang tahun ini. Karena ada program pengeboran sumur bor," tambah Zainullah.
BPBD Pamekasan juga mencatat bahwa ada empat kecamatan di bagian utara yang berpotensi mengalami kekeringan kritis. Di samping itu, beberapa kecamatan lain juga mengalami kekeringan, namun hanya di satu desa. "Kita akan dropping lebih banyak untuk desa-desa yang kering kritis nanti," ungkapnya.
Pengajuan Bantuan untuk Desa Terdampak
Zainullah menjelaskan bahwa pengajuan bantuan masih menunggu proses verifikasi selesai. Oleh karena itu, belum dapat dipastikan berapa banyak tangki air yang akan disalurkan ke setiap desa dan dusun. "Data masih kita tunggu, kita verifikasi, kalau sudah valid kita ajukan bantuannya nanti," jelasnya.
BPBD memperkirakan bahwa puncak kekeringan akan terjadi pada bulan Agustus, dengan kekeringan berlangsung dari bulan Juli hingga dua bulan ke depan. "Dari prediksi BMKG, kekeringan akan berakhir Agustus nanti. Kita juga menunggu laporan dari masyarakat jika ada dusun yang belum tercover dropping air nanti," tutup Zainullah.