BREAKING Selasa, 18 Agt 2026 07:58 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Selasa, 18 Agt 2026 06:53 WIB

Kementerian Pertanian Salurkan 5.386 Ton Beras untuk Korban Gempa di NTT

18 Agt 2026, 06:53 WIB 4x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
G
Galih Lingga Pradipta 4x dibaca · 2 menit baca
Mentan Arman Sulaiman setelah Rapat Koordinasi Perunggasan Nasional di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/10/2026) (KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH )
Mentan Arman Sulaiman setelah Rapat Koordinasi Perunggasan Nasional di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/10/2026) (KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH )

FLORES, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengirimkan total 5.386 ton beras untuk membantu korban gempa berkekuatan M 7,7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini terdiri dari bantuan bencana dan bantuan pangan reguler yang ditujukan untuk empat kabupaten di wilayah tersebut, dengan total nilai bantuan mencapai sekitar 75,4 miliar rupiah.

Rincian Bantuan untuk Setiap Kabupaten

Secara rinci, Kabupaten Manggarai menerima 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan pangan reguler. Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur mendapatkan 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Ngada memperoleh 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler. Terakhir, Kabupaten Sikka mendapatkan 6,88 ton bantuan bencana dan 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.

Dukungan Pangan Pasca Bencana

Khusus untuk bantuan kebencanaan, total beras yang dialokasikan mencapai 200,35 ton. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa bantuan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak langsung oleh gempa. "Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,” ungkap Amran.

Amran juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal dan mengalami kesulitan akses. Ia menambahkan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya terfokus pada kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat, tetapi juga memastikan bantuan pangan reguler tetap tersedia. “Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan bencana dan bantuan pangan reguler kita jaga secara bersamaan,” pungkasnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT.