BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 11:56 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Minggu, 12 Jul 2026 06:18 WIB

Kenaikan Harga Perangkat Elektronik Terancam Akibat Permintaan Chip AI yang Meningkat

12 Jul 2026, 06:18 WIB 91x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
H
Hana Salsabila Zaid 91x dibaca · 2 menit baca
Foto: EPA-EFE/RITCHIE B. TONGO
Foto: EPA-EFE/RITCHIE B. TONGO

Harga perangkat seperti laptop, ponsel pintar, dan konsol permainan diperkirakan akan mengalami kenaikan seiring dengan melonjaknya permintaan chip memori yang digunakan dalam pusat data kecerdasan buatan (AI). Lonjakan kebutuhan dari industri AI ini mulai mengurangi pasokan chip untuk perangkat elektronik konsumen, yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.

Menurut laporan dari lembaga penyiaran publik Belanda, NOS, chip memori kini dibeli dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI. Hal ini menyebabkan pasokan chip untuk perangkat elektronik konsumen menjadi semakin terbatas.

Perubahan Harga dan Spesifikasi Produk

Dalam situasi ini, Tomas Hochstenbach dari situs teknologi Belanda, Tweakers, menyatakan, "Kami sebenarnya sudah terbiasa melihat harga perangkat elektronik terus turun." Ia menambahkan bahwa kemungkinan besar, perangkat yang dibeli saat ini memiliki spesifikasi yang lebih rendah dibandingkan dengan perangkat yang tersedia setahun lalu.

Berdasarkan data dari Pricewatch milik Tweakers, konsumen kini harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar 50 euro (sekitar Rp 1 juta) hingga 200 euro, tergantung pada kapasitas memori perangkat yang dibeli. Sebagai contoh, model Samsung Galaxy A dijual sekitar 50 euro lebih mahal dibandingkan dengan seri tahun lalu meskipun spesifikasi dan kapasitas memori hampir sama. Selain itu, harga konsol PlayStation 5 telah meningkat sekitar 100 euro dibandingkan dengan awal tahun ini, dan Microsoft juga mengumumkan kenaikan harga konsol Xbox sebesar 50 euro di Belanda mulai bulan Agustus mendatang.

Dampak Terhadap Rantai Pasokan dan Biaya Produksi

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa beberapa produsen laptop yang menggunakan sistem operasi Windows kini mulai memasang memori 8 gigabita (GB) alih-alih 16 GB tanpa mengubah harga jual. Hal ini membuat konsumen mendapatkan perangkat dengan kapasitas lebih rendah meskipun membayar harga yang sama. Sementara itu, Apple yang umumnya mempertahankan model laptop lebih lama, juga menaikkan harga laptopnya setidaknya 100 euro bulan lalu.

Produsen chip memperkirakan bahwa keterbatasan pasokan akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya permintaan dari industri AI. Micron, salah satu produsen chip, memperkirakan bahwa kendala pasokan chip ini akan berlangsung setidaknya hingga tahun 2028. Kondisi ini menunjukkan bahwa investasi yang pesat dalam infrastruktur AI mulai memengaruhi rantai pasok industri elektronik secara global. Selain mendorong kenaikan harga perangkat, terbatasnya pasokan chip juga dapat meningkatkan biaya produksi bagi produsen elektronik dan memperlambat siklus pembaruan perangkat bagi konsumen.