BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 14:43 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Minggu, 19 Jul 2026 06:53 WIB

Kenaikan Saham BSI Mencapai 9,77 Persen, Pembiayaan Tumbuh Signifikan

19 Jul 2026, 06:53 WIB 88x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
N
Nadia Stevani Putri 88x dibaca · 2 menit baca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

Jakarta - Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan kenaikan yang signifikan pada perdagangan hari Jumat, 17 Juli 2026, dengan lonjakan sebesar 9,77 persen atau meningkat 170 poin hingga mencapai level 1.910. Kenaikan ini terjadi seiring dengan kembalinya minat beli dari investor asing terhadap saham-saham perbankan.

Peningkatan nilai saham BSI terjadi di tengah perbaikan sentimen di pasar modal domestik. Setelah mengalami penjualan bersih yang lebih banyak sepanjang tahun ini, investor asing mulai kembali melakukan pembelian saham, termasuk pada sektor perbankan.

Minat Investor Terhadap Saham Perbankan

Pada perdagangan sebelumnya, Kamis, 16 Juli 2026, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sekitar Rp1,22 triliun di seluruh pasar, dengan saham-saham perbankan seperti BBCA dan BMRI menjadi pilihan utama. Tren positif ini berlanjut pada sesi pertama perdagangan di hari Jumat. Meskipun nilai pembelian bersih asing lebih rendah dibandingkan dengan hari sebelumnya, minat terhadap saham perbankan tetap terjaga, yang turut mendorong penguatan saham BSI.

Selama perdagangan, saham BSI diperdagangkan sebanyak 64,8 juta lembar dengan total nilai transaksi mencapai Rp116,6 miliar. Antrean beli juga terlihat lebih besar dibandingkan antrean jual menjelang penutupan perdagangan, mencerminkan adanya minat beli yang kuat.

Kinerja Keuangan yang Solid

Penguatan saham BSI juga didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang tetap solid. Pada kuartal pertama tahun 2026, BSI mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun, meningkat 17,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba ini didorong oleh kenaikan pembiayaan sebesar 14,4 persen secara tahunan, peningkatan net interest margin (NIM) menjadi 5,6 persen, serta penurunan beban provisi sebesar 6,8 persen.

Dari sisi pendanaan, dana murah yang terdiri dari current account saving account (CASA) tumbuh sebesar 21,4 persen dibandingkan kuartal pertama 2025, yang didorong oleh kenaikan tabungan sebesar 20 persen dan giro sebesar 24 persen.

Rizky Budinanda, Investor Relation BSI, menjelaskan bahwa meskipun saham BSI mengalami lonjakan pada perdagangan, saham tersebut masih dalam fase pemulihan setelah mengalami koreksi selama setahun terakhir. Ia menekankan bahwa investor perlu memperhatikan beberapa tantangan, seperti tekanan biaya dana dan potensi dilusi akibat pemenuhan ketentuan free float minimum. Namun, Rizky menambahkan bahwa kombinasi antara membaiknya sentimen pasar dan fundamental perusahaan yang tetap terjaga menjadi faktor penopang penguatan saham BSI di tengah pulihnya minat investor terhadap sektor perbankan.