BOGOR - Keluarga mengenang Yurizal Tri Chaerawan, seorang pasien BPJS yang telah meninggal dunia dan pernah menjadi korban bullying oleh oknum tenaga kesehatan akibat unggahannya di media sosial. Mereka menggambarkan Yurizal sebagai pribadi yang sangat produktif dan peduli terhadap kesehatan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh adik kandungnya, Maulidya Yusthika, saat ditemui di kediamannya di Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Jumat (7/8/2026).
"Kesehariannya beliau itu produktif banget sih. Produktif, sehat, menjaga dirinya banget gitu," ungkap Maulidya. Selain itu, Yurizal dikenal sebagai sosok yang perfeksionis baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pekerjaannya.
Karier dan Hobi Yurizal
Yurizal yang berprofesi sebagai wedding organizer (WO) memiliki reputasi yang cukup baik dan dikenal di wilayah Bogor. "Almarhum perfeksionis, sibuk kerja juga. Dia kan WO-nya, beliau sudah lumayan apa ya, sudah punya namalah untuk MC di Bogor. Sudah banyak yang pakai jasanya almarhum," jelas Maulidya. Di luar pekerjaannya, ia juga memiliki hobi traveling ke berbagai tempat. "Travelling sih kalau beliau ya (hobinya). Dia suka banget travelling, jalan-jalan kayak tiba-tiba bisa ada di Jogja, tiba-tiba bisa ada di Bandung, kayak gitu," tambahnya.
Ketahanan dan Kemandirian di Tengah Penyakit
Yurizal juga dikenal sebagai sosok yang mandiri dan tidak ingin merepotkan keluarganya meskipun tengah berjuang melawan sakit. "Enggak (mengeluh sakit). Bahkan, kakaknya mau nganterin waktu itu, enggak mau. Dalam keadaan kakinya sudah sakit ya sudah yang harus ditindaklanjuti. Itu sudah sempat bengkak, posisinya sudah bengkak gede, tapi dia enggak mau diantar," tuturnya.
Yurizal, yang tinggal di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, sempat mengunggah keluhannya di platform Threads mengenai waktu tunggu selama 8 jam tanpa mendapatkan ruangan pada 22 Juli 2026. Dalam unggahannya, ia tidak menyebut nama rumah sakit, hanya mencantumkan bahwa ia adalah pasien BPJS. "Delapan jam belum dapat ruangan, tidak mau spill RS-nya, soalnya gue pakai BPJS," tulis Yurizal.
Unggahan tersebut mendapatkan berbagai reaksi dari pengguna media sosial. Sayangnya, beberapa oknum tenaga kesehatan tidak menunjukkan empati terhadap kondisi yang dialami Yurizal, yang kemudian memicu kecaman publik. Sorotan semakin meningkat setelah kabar mengenai meninggalnya Yurizal pada 31 Juli 2026.
Keluarga berharap agar kejadian ini menjadi perhatian bagi semua pihak agar lebih peka terhadap pasien, terutama yang menggunakan layanan BPJS.