BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 07:11 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 16 Mei 2026 00:56 WIB

Kerugian Besar dan Ancaman Mental: Ketika Ruang Digital Menjadi Tidak Aman

16 Mei 2026, 00:56 WIB 10x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
Z
Zahra Asma Nabila 10x dibaca · 2 menit baca
Kerugian Besar dan Ancaman Mental: Ketika Ruang Digital Menjadi Tidak Aman
regional.kompas.com

Penyalahgunaan platform digital dan pola interaksi yang tidak sehat menjadi isu yang semakin mencemaskan. Hal ini terjadi seiring dengan kemudahan akses teknologi yang tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai.

“Aktivitas digital berisiko tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga dapat memicu kecanduan, gangguan mental, hingga tindakan kriminal yang merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Komisaris Besar Andry Kurniawan, dalam keterangannya pada Jumat (15/5/2026).

Kerugian Ekonomi akibat Kejahatan Siber

Dari sisi ekonomi, Kementerian Komunikasi dan Digital melaporkan bahwa antara November 2024 hingga Januari 2025, kerugian finansial akibat kejahatan siber mencapai Rp 476 miliar. Selain itu, hingga pertengahan tahun 2025, terdapat 1,2 juta laporan mengenai penipuan digital yang masuk ke dalam sistem pengaduan publik.

Andry Kurniawan mengimbau agar masyarakat, terutama generasi muda, lebih bijak dalam menggunakan platform digital dan tidak mudah terpengaruh oleh aktivitas online yang menjanjikan keuntungan instan.

Pentingnya Literasi Digital

Ahli Hukum ITE, Ryan Abdisa Sukmadja, menekankan bahwa peningkatan literasi digital merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat di era digital. “Literasi digital menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam sistem digital yang manipulatif dan merugikan,” kata Ryan.

Dia juga menyatakan bahwa ruang digital yang sehat memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, platform digital, komunitas, dan masyarakat. Ray, perwakilan HGI, menambahkan bahwa fenomena ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi, melainkan juga memerlukan penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. “Kolaborasi dengan Polda Sumatera Barat adalah langkah penting untuk membangun ekosistem digital yang lebih sehat, edukatif, dan positif bagi masyarakat,” ujar Ray.

Ia menekankan bahwa industri digital dan platform online memiliki tanggung jawab untuk menciptakan budaya penggunaan teknologi yang sehat dan berkelanjutan bagi generasi muda.

Peserta seminar menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan berdiskusi mengenai fenomena digital dalam kehidupan sehari-hari. Mereka merasa kegiatan ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya memahami risiko di ruang digital, serta memanfaatkan teknologi dengan cara yang lebih bijak, sehat, dan produktif.