BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 10:43 WIB
Home / Olahraga / Detail
Olahraga Minggu, 17 Mei 2026 07:06 WIB

Ketenangan Cristian Chivu Dikenang Antonio Sabato sebagai Kunci Sukses

17 Mei 2026, 07:06 WIB 13x dibaca 2 menit baca ligaolahraga.com ligaolahraga.com
S
Sabrina Aulia Rahma 13x dibaca · 2 menit baca
Ketenangan Cristian Chivu Dikenang Antonio Sabato sebagai Kunci Sukses
Cristian Chivu

Dalam berita terbaru dari Liga Italia, Antonio Sabato, mantan pemain Inter Milan, memberikan apresiasi terhadap Cristian Chivu. Ia menilai bahwa ketenangan yang dimiliki Chivu merupakan kunci keberhasilan pelatih tersebut, dan Sabato mengaku tidak pernah meragukan kemampuannya.

Ketika Chivu ditunjuk sebagai pelatih Inter Milan, banyak yang meragukan kemampuannya karena pengalaman yang minim. Namun, pandangan tersebut tidak berlaku bagi Sabato. Dalam wawancaranya di TMW Radio, ia menyatakan bahwa ia sudah melihat potensi Chivu sejak lama. Rekam jejak Chivu di level junior dan keberhasilannya dalam menyelamatkan Parma menjadi bukti nyata kemampuannya.

“Keraguan tentang Chivu? Di level muda dia langsung memenangkan Scudetto. Itu artinya dia punya sesuatu. Di Parma situasinya sulit dan dia menyelamatkan tim. Jadi kualitasnya ada. Bagi saya tidak ada keraguan,” ungkap Sabato.

Kualitas Utama Chivu

Sabato kemudian menyoroti salah satu kualitas utama yang membuat Chivu berhasil dalam perannya. Menurutnya, bukan taktik yang revolusioner yang menjadi keunggulan Chivu, melainkan kemampuannya untuk menciptakan ketenangan di ruang ganti yang sebelumnya sempat bergejolak.

“Apa yang spesial dari Cristian Chivu? Ketenangan. Dia membawa ketenangan di ruang ganti. Dari sudut pandang taktik dia hanya mengubah sedikit dibanding sebelumnya, tapi dia memberikan ketenangan,” jelasnya.

Loyalitas kepada Pemain

Selain itu, Sabato juga memuji loyalitas Chivu terhadap para pemainnya. “Dia selalu membela para pemainnya, bahkan ketika semuanya tidak berjalan baik. Dia menjahit kembali hubungan internal,” tambahnya.

Pujian ini merujuk pada insiden yang terjadi setelah kekalahan tim di Piala Dunia Antar Klub, yang sempat mengguncang keharmonisan tim. Chivu berhasil memulihkan situasi tersebut dan membangun kembali kepercayaan di antara para pemain.