BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:10 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Selasa, 04 Agt 2026 11:37 WIB

Kisah Tragis Mahasiswi UNM Selamat dari Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 02

04 Agt 2026, 11:37 WIB 51x dibaca 2 menit baca makassar.kompas.com makassar.kompas.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 51x dibaca · 2 menit baca
Kisah Tragis Mahasiswi UNM Selamat dari Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 02
makassar.kompas.com

MAKASSAR – Nurul Izza (24), seorang mahasiswi dari Universitas Negeri Makassar, menjadi salah satu korban dalam insiden kebakaran kapal KMP Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di Perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026). Dalam situasi yang sangat berbahaya, Nurul melompat ke laut dan terombang-ambing selama tiga jam untuk menyelamatkan diri dari asap tebal yang mengepung kapal tersebut.

"Posisi saya sekarang di Pelabuhan Masalembu, Kepulauan Madura," ungkap Nurul Izza saat berbicara melalui video call dengan keluarganya di Jl Sultan Abdullah 2, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Senin (3/8/2026).

Detik-Detik Kebakaran

Nurul Izza, yang berada di kapal bersama ibunya, Sitti Fatimah (57), menceritakan bagaimana peristiwa menegangkan itu terjadi. Saat api mulai membesar, dek atas kapal dipenuhi oleh ribuan penumpang yang panik. Dalam keadaan yang semakin mengkhawatirkan, Nurul mengambil keputusan untuk melompat ke laut, terpaksa meninggalkan ibunya yang masih berada di atas kapal karena ketakutan akan air.

"Saya tidak tahu ibu saya. Waktu saya melompat, saya sudah tidak melihat ibu saya," kata Nurul dengan mata yang berkaca-kaca. "Pakai pelampung. Terus saya di laut, terombang-ambing tiga jam. Baru dapat (pertolongan)," tambahnya.

Proses Evakuasi dan Keluarga yang Cemas

Setelah melompat ke laut dan terombang-ambing selama tiga jam, Nurul dan sekitar 65 penumpang lainnya berhasil dievakuasi ke kapal penyelamat. "Kira-kira 66. Satu yang meninggal. Tapi yang meninggal sudah dipindahkan ke kapal Mutiara Pelindo 1," jelasnya.

Nurul Izza dan ibunya berangkat dari Surabaya pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Keberangkatan mereka merupakan perjalanan pulang setelah Nurul menyelesaikan program magang selama satu tahun empat bulan di Taiwan. Sang ibu menjemputnya di Jakarta pada 27 Juli 2026, sebelum mereka berlibur ke Bandung dan melanjutkan perjalanan dengan kapal.

Di posko Pelabuhan Masalembu, Nurul mendapatkan pelayanan kesehatan dan makanan yang cukup baik. Namun, kepedihan mendalam masih menyelimuti dirinya karena ia belum mendapatkan kabar tentang keberadaan ibunya. Keluarga di Makassar juga merasakan kecemasan yang mendalam. Adik Sitti Fatimah, Irwan, mengungkapkan bahwa mereka belum mendapatkan kepastian mengenai kondisi kakaknya.

"Dia berangkat ke Jakarta jemput anaknya yang dari Taiwan, lalu ke Surabaya naik kapal. Anaknya itu kuliah dan ke Taiwan magang," kata Irwan. Untuk membantu pencarian, keluarga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. "Belum ada kabar. Baru dari pihak RS Bhayangkara yang koordinasi dengan Rumah Sakit Surabaya, kami diminta sidik jari. Sidik jari dibawa ke Surabaya," tuturnya.