BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 02:39 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Minggu, 28 Jun 2026 08:07 WIB

Kolaborasi Strategis AHY dan Sjafrie untuk Kedaulatan Udara Indonesia

28 Jun 2026, 08:07 WIB 39x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
R
Rizky Ananta 39x dibaca · 2 menit baca
Foto: ANTARA FOTO
Foto: ANTARA FOTO

JAKARTA -- Pada hari Kamis, 25 Juni 2026, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengadakan pertemuan strategis dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kerjasama lintas sektor, terutama dalam mengintegrasikan kebijakan pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional dengan aspek pengamanan serta pengendalian wilayah udara.

Pentingnya Sinkronisasi Lintas Sektor

Dalam pertemuan tersebut, Menko AHY menekankan bahwa sebagai kementerian koordinator, pembangunan fisik tidak boleh dilakukan secara terpisah atau parsial. Ia menegaskan pentingnya sinkronisasi lintas sektor sebagai kunci utama dalam pembangunan nasional. “Kami fokus membahas kebijakan infrastruktur dan konektivitas nasional, serta langkah strategis pengamanan wilayah udara. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan negara, menjamin keselamatan ruang udara, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi,” ungkap AHY dalam keterangan tertulisnya.

Integrasi Pertahanan dan Pembangunan

AHY juga menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat, tetapi juga harus dirancang secara terpadu dengan sektor pertahanan. Hal ini penting untuk menghasilkan manfaat yang optimal dan memperkuat posisi strategis negara. Sejalan dengan visi tersebut, Menteri Pertahanan Sjamsoeddin menekankan bahwa pengendalian wilayah udara merupakan aspek krusial dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan ruang udara nasional. Ia menyoroti pentingnya konsep pertahanan yang mendukung ekonomi, di mana agenda pertahanan dan pembangunan infrastruktur saling mendukung untuk menciptakan konektivitas yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen dari pertemuan ini, kedua kementerian sepakat untuk terus berkolaborasi dalam merumuskan kebijakan makro yang saling mendukung. “Bersama Kementerian Pertahanan, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan siap terus bersinergi dan berkolaborasi demi integrasi konektivitas yang aman dan berdaulat,” tegas AHY.

Dengan adanya koordinasi yang semakin erat antara kedua kementerian, pemerintah optimis bahwa pembangunan infrastruktur nasional akan berjalan seiring dengan agenda pertahanan negara. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat serta memperkuat kedaulatan wilayah Indonesia.