Regional

Kondisi Memprihatinkan Penyintas Banjir Lhokseumawe di Hunian Sementara

Penyintas banjir di Lhokseumawe mendesak pemerintah untuk segera membangun hunian tetap, mengingat kesulitan yang mereka hadapi di hunian sementara.

I
Ilham Saputra
08 May 2026 8 pembaca
Kondisi Memprihatinkan Penyintas Banjir Lhokseumawe di Hunian Sementara
Sumber gambar: regional.kompas.com

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Para penyintas banjir yang kini tinggal di hunian sementara di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, meminta Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, untuk mempercepat pembangunan hunian tetap bagi mereka. Mereka adalah korban banjir yang terjadi pada 26 November 2025.

Sejak mulai menempati hunian sementara pada 19 Februari 2026, mereka menghadapi berbagai kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satu masalah yang dihadapi adalah saat hujan, air sering kali masuk ke dalam hunian sementara. Selain itu, mereka juga tidak lagi mendapatkan bantuan bahan pangan dan bantuan lainnya.

Harapan untuk Hunian Tetap

Yusri, salah satu penyintas banjir, mengungkapkan, “Maklumlah, bangunan ini sifatnya sementara. Pemerintah sebelumnya bilang hanya tiga bulan di huntara, setelah itu rumah sudah siap dan bisa ditempati, kami belum tau kapan dipindahkan ke huntara.” Mereka direncanakan akan direlokasi ke Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, namun belum ada kejelasan mengenai pembangunan hunian tersebut.

Jamaliah Yusuf, penyintas lainnya, juga menyampaikan harapannya agar segera bisa menempati hunian tetap. “Tolonglah dibantu hunian tetap untuk kami dipercepat,” ujarnya. Mereka berharap bisa hidup lebih tenang dibandingkan di hunian sementara yang saat ini mereka tempati.

Kendala dalam Proses Relokasi

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe, Taruna Satya Putra, saat dihubungi terpisah, mengaku tidak mengetahui perkembangan mengenai pembangunan hunian tetap untuk penyintas banjir. “Belum dapat info saya,” ujarnya singkat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Lhokseumawe, Sayed Bakhtiar, juga tidak memberikan tanggapan terhadap pesan yang dikirimkan hingga berita ini ditayangkan.

Perlu dicatat bahwa Kota Lhokseumawe merupakan daerah dengan dampak banjir paling kecil di Provinsi Aceh, dengan jumlah penyintas yang tinggal di hunian sementara hanya sebanyak 67 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 55 kepala keluarga berada di Desa Blang Naleung Mameh, 10 kepala keluarga di Jambo Timu, dan dua kepala keluarga di Kecamatan Banda Sakti.

Artikel Terkait