BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 11:54 WIB
Home / Olahraga / Detail
Olahraga Sabtu, 01 Agt 2026 14:01 WIB

Kritik Pedas Terhadap Penunjukan Kembali Roberto Mancini sebagai Pelatih Timnas Italia

01 Agt 2026, 14:01 WIB 57x dibaca 2 menit baca ligaolahraga.com ligaolahraga.com
B
Bima Mandala Sakti 57x dibaca · 2 menit baca
Roberto Mancini
Roberto Mancini

Dalam dunia sepak bola Italia, jurnalis Luca Calamai menyampaikan kritik yang tajam terhadap keputusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang kembali mengangkat Roberto Mancini sebagai pelatih Tim Nasional. Menurutnya, keputusan ini merupakan langkah yang tidak tepat bagi federasi.

Kritik Calamai Terhadap Moralitas Keputusan

Melalui kolom editorialnya di Tuttomercatoweb, Calamai mengungkapkan pandangannya mengenai keputusan tersebut, mengacu pada komentar direktur La Gazzetta dello Sport, Stefano Barigelli, terkait isu moralitas yang seharusnya diterapkan pada semua individu. “Dan akhirnya Mancini kembali. Seperti yang ditulis direktur Gazzetta dello Sport, Stefano Barigelli, soal pelatih kepala Timnas Italia, persoalan moral seharusnya berlaku untuk semua orang,” tulis Calamai.

Alasan Penolakan Calamai

Calamai menambahkan, “Ada 25 juta alasan untuk tidak menganggap Mancini sebagai sosok yang pantas kembali mengisi peran ini, tapi angka ini sama seperti jutaan euro dari pengkhianatan yang dilakukan saat meninggalkan Timnas dan menjual diri ke pangeran Arab.” Ia juga menyatakan, “Saya tidak peduli meski ia sudah meminta maaf. Wajar saja. Saya rasa ia baru sadar setelah beberapa pekan bahwa telah melakukan gol bunuh diri yang memalukan.”

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keputusan yang dianggap absurd itu tidak bisa dihapus hanya dengan beberapa kata permohonan maaf. “Saya terkejut sosok pengurus besar seperti Malago bisa terjebak dalam kesalahan ini,” ujarnya. Calamai menyimpulkan bahwa satu-satunya alasan yang mungkin membenarkan keputusan ini adalah karena setelah kesalahan Maldini, Mancini merasa terpojok dan berisiko kehilangan kendali federasi, sehingga ia harus segera mencari solusi dan satu-satunya jalan keluar adalah sahabatnya sendiri, Mancini.