BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 16:02 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Minggu, 05 Jul 2026 11:46 WIB

Kutu Beras Menghantui Warga Karawang, Bulog Berkomitmen Atasi Masalah Ini

05 Jul 2026, 11:46 WIB 92x dibaca 2 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
R
Rizky Ananta 92x dibaca · 2 menit baca
Kutu Beras Menghantui Warga Karawang, Bulog Berkomitmen Atasi Masalah Ini
bandung.kompas.com

KARAWANG - Perum Bulog menegaskan bahwa hama kutu tribolium yang menyerang area sekitar gudang beras di Tunggakjati, Karawang, Jawa Barat, tidak berdampak pada kualitas beras yang disimpan. Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menyatakan bahwa hama ini termasuk dalam kategori hama sekunder yang tidak menyerang beras secara langsung. "Hama ini hama sekunder ya, hama sekunder itu dia enggak menyerang komoditasnya sebenarnya. Jadi berasnya aman," ujarnya saat melakukan peninjauan di lokasi pada Sabtu sore, 4 Juli 2026.

Respons Bulog Terhadap Keluhan Warga

Andi Afdal menjelaskan bahwa kutu tribolium biasanya hanya menyerang serpihan beras atau menir. Dalam rangka menanggapi keluhan dari warga sekitar, ia bersama pengelola gudang melakukan tinjauan dan diskusi dengan masyarakat. "Perum Bulog, tentu saja bertanggung jawab penuh, meminta maaf sebesar-besarnya kalau ada keluhan yang terjadi di masyarakat," tambahnya. Pihak Bulog telah mengambil langkah cepat untuk mencari solusi terbaik bagi masalah ini.

Gudang yang terletak dekat dengan pemukiman saat ini menyimpan sekitar 32.000 ton beras, sementara total beras dalam kompleks gudang mencapai 102.000 ton. Beras tersebut direncanakan untuk didistribusikan sebagai bantuan pangan bagi masyarakat di Jawa Barat, dengan prioritas distribusi ke area yang paling dekat dengan pemukiman.

Langkah-Langkah Penanganan Hama

Perum Bulog juga menawarkan layanan spaying dan fogging untuk warga yang terdampak, meski masih dalam proses diskusi dan meminta izin untuk pelaksanaannya. Bersama pengelola gudang, mereka rutin melakukan pengelolaan hama terpadu, termasuk fumigasi setiap tiga bulan dengan menutupi karung beras menggunakan plastik khusus. "Di samping itu, setiap bulan kita lakukan spraying, ya. Di samping dengan pemeliharaan lainnya," jelas Afdal.

Langkah-langkah tersebut diambil untuk menjaga kualitas beras dan mencegah terulangnya masalah serupa. Selain itu, mereka juga berencana untuk menambah perangkap cahaya dan memasang lampu terang di beberapa titik untuk mengalihkan perhatian hama.

Indra Illiana, Direktur Komersil dan Operasi BGR, mengonfirmasi bahwa sebagai pengelola gudang, mereka memastikan bahwa fasilitas tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, termasuk batas area dengan pemukiman. "Cuma memang bilamana ada hal yang memang kami pastikan masih belum sempurna di dalam operasionalnya, sehingga tadi arahan-arahan dari Bulog harus segera kita tindaklanjuti," ungkapnya.

Indra menambahkan bahwa pihaknya juga aktif berkomunikasi dengan warga sekitar. Mereka telah melakukan mediasi dan spraying ke rumah-rumah warga yang terdampak, serta sedang membangun komunikasi lebih lanjut untuk memastikan semua langkah yang diambil dapat berjalan dengan baik.