Melihat anak mengalami ruam, muntah, diare, atau batuk setelah mengonsumsi susu sapi dapat membuat orang tua merasa cemas. Terlebih jika gejala tersebut muncul berulang kali. Dalam situasi seperti ini, orang tua sering kali tergoda untuk mencari solusi sendiri, mulai dari menghentikan konsumsi susu hingga mencari informasi di internet. Namun, tindakan yang salah dapat mengakibatkan keterlambatan dalam mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Jangan Panik dan Tetap Tenang
Menurut Ray Wagiu Basrowi, Direktur Medical and Scientific Affairs Sarihusada, hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak panik. "Yang pertama tentu saja jangan panik, jangan stres, jangan marah-marah, jangan kaget-kaget," ujarnya dalam sebuah acara menjelang World Allergy Week 2026. Orang tua perlu tetap tenang agar dapat mengamati gejala anak dengan lebih baik, karena kepanikan dapat menyebabkan keputusan terburu-buru, termasuk mencoba makanan baru tanpa saran dokter.
Kenali dan Catat Gejala Awal
Gejala alergi susu sapi bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti kulit, saluran pencernaan, atau saluran pernapasan. Misalnya, anak dapat mengalami ruam, gatal, muntah, diare, kolik, konstipasi, batuk, atau pilek alergi. Ray menjelaskan bahwa orang tua sebaiknya melakukan penyaringan awal terhadap gejala yang muncul dan mencatatnya untuk dibawa saat berkonsultasi dengan dokter. "Kita hanya men-screening gejala awal, mencoba menilai gejala awalnya. Setelah gejalanya mulai muncul, itu untuk laporan ke dokter," tambahnya.
Hindari Diagnosa Mandiri
Meskipun mencari informasi di internet diperbolehkan, orang tua tidak seharusnya mendiagnosis anak mereka sendiri berdasarkan informasi yang didapat. Ray mengingatkan bahwa informasi di internet tidak selalu relevan dengan kondisi setiap anak. Oleh karena itu, informasi tersebut sebaiknya digunakan sebagai pengetahuan awal, bukan sebagai dasar untuk mengganti makanan atau menghentikan nutrisi tanpa konsultasi dengan dokter.
Segera Konsultasi dengan Dokter
Langkah terbaik yang dapat diambil adalah berkonsultasi dengan dokter, terutama jika gejala yang muncul berulang atau jika orang tua mencurigai adanya alergi susu sapi. Dokter dapat membantu memastikan apakah keluhan anak berkaitan dengan alergi, menilai tingkat keparahan, serta menentukan kebutuhan nutrisi yang tepat. Alergi susu sapi pada anak dapat menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, sehingga penting untuk tetap tenang, mengenali gejala, mencatat pola keluhan, menghindari keputusan sepihak, dan segera mencari bantuan medis.