BREAKING Senin, 15 Jun 2026 20:20 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 15 Jun 2026 19:11 WIB

Megawati Siap Berseberangan dengan Prabowo Demi Demokrasi

15 Jun 2026, 19:11 WIB 2x dibaca 2 menit baca surabaya.kompas.com surabaya.kompas.com
D
Doni Setiawan 2x dibaca · 2 menit baca
Megawati Siap Berseberangan dengan Prabowo Demi Demokrasi
surabaya.kompas.com

BLITAR – Megawati Soekarnoputri, yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengungkapkan bahwa ia tidak ragu untuk mengambil posisi yang berseberangan dengan Presiden Prabowo Subianto jika itu demi kemajuan demokrasi. Dalam kesempatan peresmian renovasi Istana Gebang di Kota Blitar pada Senin (15/6/2026), Megawati menegaskan bahwa meskipun ia dan Prabowo adalah sahabat, politik adalah hal yang berbeda.

“Saya bukan provokator. Tidak. Pak Prabowo sama saya bersahabat,” jelas Megawati di hadapan lebih dari seribu kader PDIP dari Jawa Timur. Ia menambahkan, “Tapi kan harusnya dipisahkan. Bersahabat (ya) bersahabat. Tapi berpolitik kita bisa.” Menurut Megawati, perbedaan pandangan dalam politik dapat dilakukan demi kepentingan demokrasi yang lebih baik.

Kritik Terhadap Penanganan Demonstrasi

Dalam pernyataannya, Megawati juga mengungkapkan keprihatinan terhadap cara aparat TNI dan Polri dalam menangani demonstrasi mahasiswa yang menentang beberapa kebijakan pemerintah belakangan ini. Ia menekankan bahwa sikap berseberangan dalam politik tidak berarti adanya permusuhan. “Tapi saya bukan musuh dia. Itu (Prabowo) teman saya. Kemudian toh waktu (tanggal) 1 Juni, siapa yang lihat, angkat tangan. Nah. Aku kan gandengan sama dia. Ketawa ketawa. Ayo. Apa artinya. Gak ada (permusuhan),” tuturnya.

Pentingnya Kepastian Hukum

Megawati juga menyoroti isu rendahnya kepastian hukum dan lemahnya jaminan kesamaan hak bagi warga negara di hadapan hukum, yang dianggapnya sebagai prasyarat penting untuk proses demokratisasi. “Jangan gitu dong. Kalian harus berani. Karena negara kita ini punya tata hukumnya. Kok takut. Saya sampai mikir ‘ki piye to’ sebetulnya Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia menggambarkan kondisi negara saat ini seperti gerakan dalam tarian poco-poco, yang maju mundur. “Tahu to tarian poco-poco. Maju mundur gitu. Negara kita itu apa mau jadi poco-poco ya,” ungkap Megawati.

Dengan demikian, Megawati menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya kader PDIP, untuk mengambil sikap yang tegas dalam membela demokrasi. “Lha ya ngomong dong. Jangan sama saya. Sama penguasanya dong,” tambahnya.