BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 04:10 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Jumat, 14 Agt 2026 15:38 WIB

Menelusuri Pantai Pangandaran dengan Metal Detector, Yadi Temukan Emas

14 Agt 2026, 15:38 WIB 16x dibaca 4 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
B
Bima Mandala Sakti 16x dibaca · 4 menit baca
Seorang pencari harta karun menggunakan alat berbentuk saringan untuk mengayak pasir setelah menemukan titik yang terdeteksi metal detector di Pantai Pangandaran, Jumat (14/8/2026). KOMPAS.COM/AYU SABRINA BAROKAH
Seorang pencari harta karun menggunakan alat berbentuk saringan untuk mengayak pasir setelah menemukan titik yang terdeteksi metal detector di Pantai Pangandaran, Jumat (14/8/2026). KOMPAS.COM/AYU SABRINA BAROKAH

PANGANDARAN - Pantai Pangandaran dikenal sebagai tempat wisata yang menawarkan keindahan ombak dan pasir, namun bagi sebagian warga, lokasi ini juga menjadi sumber penghasilan dengan cara yang berbeda. Di antara hamparan pasir yang luas, mereka mencari benda-benda logam yang mungkin tertinggal atau terkubur. Alat yang digunakan bukan lagi alat tradisional, melainkan metal detector yang mampu mendeteksi keberadaan logam di bawah permukaan pasir.

Salah satu pencari tersebut adalah Yadi (51), warga Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, yang melakukan aktivitas ini pada Jumat (14/8/2026). Sejak pagi, Yadi menyusuri pantai dengan metal detector di tangan kanannya. Ujung alat berbentuk cakram digerakkan mendekati permukaan pasir dari satu titik ke titik lainnya. Di punggungnya, ia membawa perlengkapan untuk menggali pasir, termasuk alat berbentuk cangkul dengan permukaan berlubang, mirip saringan yang digunakan untuk mengeruk pasir.

Mencari Harta Karun di Pantai

Ketika metal detector berbunyi, Yadi berhenti dan memeriksa lokasi yang memberikan sinyal. Ia kemudian mengeruk pasir di titik yang dicurigai. “Kata orang disebutnya iya cari harta karun. Cari sewaktu pantainya sepi, gak terlalu ramai,” ungkap Yadi. Ia memilih waktu ketika pengunjung tidak terlalu banyak agar lebih leluasa dalam mencari.

Yadi menjelaskan bahwa ia sudah melakukan pencarian sejak pagi hingga menjelang siang. “Iya sepanjang pantai ini saja. Ini saya sudah dari pagi sampai lohor ini. Paling nanti istirahat dulu,” ujarnya. Pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan pasir secara perlahan, dan Yadi terus bergerak sambil menggerakkan metal detector dari sisi ke sisi. Ketika alat tersebut mengeluarkan bunyi, ia berhenti untuk memeriksa titik tersebut.

Menunggu Sinyal dari Bawah Pasir

Namun, tidak setiap bunyi menandakan adanya benda berharga. Metal detector dapat memberikan sinyal untuk berbagai benda logam yang terkubur. Setelah mendapatkan sinyal, Yadi harus menggali dan memeriksa material yang ada di dalamnya. Ia menambahkan bahwa peralatan yang digunakannya bukan hasil rakitan sendiri, melainkan dibeli secara daring. “Bukan rakitan, beli online. Ini metal detector seri 4080,” jelasnya.

Penggunaan metal detector memungkinkan pencarian benda logam di pantai menjadi lebih efektif dibandingkan cara tradisional. Sebelumnya, pencari hanya mengandalkan kaki untuk merasakan keberadaan benda di bawah pasir atau menggunakan besi pencakar untuk mengais permukaan. Kini, metal detector menjadi alat awal sebelum menggali pasir, sehingga pencari bisa menyisir area yang lebih luas.

Bagi Yadi, aktivitas ini bukan hanya sekadar menjelajahi pantai tanpa hasil. Ia mengaku pernah menemukan emas saat mencari benda logam di pasir Pangandaran. “Pernah dapat emas beberapa gram ya, sampai kali 1 gram 2 gram. Ya itu perhiasan semacam gelang kaki anak,” tambahnya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa benda yang terpendam di pasir bisa memiliki nilai, meskipun pencari tidak pernah tahu apa yang akan ditemukan ketika metal detector memberikan sinyal.

Target pencarian bervariasi, mulai dari koin hingga perhiasan yang mungkin terlepas dari pemiliknya. Pantai menjadi lokasi yang menarik karena wisatawan sering beraktivitas di pasir dan air. Saat berenang, bermain ombak, atau berjalan di tepi pantai, perhiasan seperti cincin dan gelang dapat terlepas tanpa disadari. Benda-benda tersebut kemudian bisa tertutup pasir atau berpindah akibat gerakan air dan gelombang, menciptakan peluang bagi pencari "harta karun" di pantai.

Namun, Yadi juga menyadari bahwa mereka tidak pernah tahu apa yang akan ditemukan. Metal detector bisa berbunyi karena benda logam yang nilainya rendah atau material yang tidak memiliki nilai ekonomis. Oleh karena itu, aktivitas ini lebih mengandalkan ketekunan. Pencari harus berjalan jauh, mengulang gerakan yang sama, dan memeriksa setiap sinyal yang muncul.

Selain metal detector, beberapa pencari juga menggunakan magnet untuk membantu memisahkan pasir hitam atau pasir besi yang mengandung magnetit. Dengan menarik pasir besi menggunakan magnet, material yang tersisa menjadi lebih bersih, sehingga jika ada butiran emas, akan lebih mudah terlihat. Namun, untuk mendeteksi benda logam berharga di dalam pasir, mereka tetap lebih mengandalkan metal detector, sementara magnet berfungsi sebagai alat bantu untuk membersihkan material yang mengandung besi.

Bagi Yadi, pencarian dilakukan dengan menyusuri pantai sedikit demi sedikit, tidak hanya berdiri di satu tempat menunggu keberuntungan. Sejak pagi hingga menjelang siang, ia terus berpindah mengikuti hamparan pasir yang menurutnya masih memiliki peluang untuk menemukan sesuatu.