BREAKING Senin, 15 Jun 2026 15:42 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 18 Mei 2026 22:10 WIB

Minat Investasi Emas di Surabaya Meningkat di Tengah Fluktuasi Harga

18 Mei 2026, 22:10 WIB 15x dibaca 4 menit baca surabaya.kompas.com surabaya.kompas.com
K
Komang Yoga 15x dibaca · 4 menit baca
Minat Investasi Emas di Surabaya Meningkat di Tengah Fluktuasi Harga
surabaya.kompas.com

SURABAYA - Di tengah ketidakpastian ekonomi, suasana berbeda terlihat di berbagai pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur. Banyak pameran perhiasan emas yang ramai dikunjungi oleh masyarakat, bahkan banyak pengunjung yang datang khusus untuk berinvestasi dalam bentuk emas. Fenomena ini menarik perhatian karena terjadi pada saat harga emas mengalami fluktuasi dan daya beli masyarakat sedang menurun. Namun, bagi sebagian orang, emas tetap dianggap sebagai salah satu cara paling aman untuk melindungi nilai uang.

Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Gancar Candra Premananto, S.E., M.Si., C.I., C.D.M., Q.C.R.O., menyatakan bahwa emas masih menjadi pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa meskipun situasi ekonomi tidak dalam kondisi baik, masyarakat tetap memandang emas sebagai aset yang relatif aman untuk menyimpan kekayaan. “Investasi emas masih menarik sebagai upaya menyimpan kekayaan,” ungkap Prof. Gancar.

Alasan Memilih Emas sebagai Investasi

Menurut Prof. Gancar, emas lebih mudah diakses oleh masyarakat dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti properti. Ia juga mencatat bahwa investasi saham belum menjadi pilihan utama bagi masyarakat umum. Selain itu, tabungan konvensional kini dianggap kurang menarik karena nilainya terus tergerus oleh inflasi dan pelemahan nilai rupiah. “Tabungan bukan menjadi pilihan investasi karena nilainya akan terus menurun sejalan dengan inflasi, turunnya kurs rupiah dan kemungkinan denominasi,” jelasnya.

Pengalaman Pribadi dalam Berinvestasi Emas

Bagi Rahma Sholehah, seorang warga Sawahan Surabaya, membeli emas telah menjadi cara yang sederhana untuk menjaga masa depan. Ia mengaku rutin mengunjungi pameran emas hampir setiap bulan untuk membeli perhiasan sesuai dengan kemampuan finansialnya. “Ya saya sering datang ke pameran perhiasan hampir tiap bulan ada kan di Surabaya. Itu saya usahakan untuk membeli,” kata Rahma, yang sehari-hari berjualan gorengan.

Rahma memilih untuk membeli perhiasan karena belum mampu membeli logam mulia dalam jumlah besar. “Karena belum mampu untuk beli yang jumlah besar, saya beli sesuai kemampuan saja. Setiap minggu saya harus nyisihkan uang minimal Rp 300.000. Karena sedang seperti ini ya keadaannya,” ujarnya. Dia lebih memilih perhiasan karena harganya masih terjangkau. “Enggak apa-apa beli kecil-kecil yang penting punya celengan,” tambahnya.

Pengalaman pribadi Rahma semakin meyakinkannya bahwa emas memiliki nilai investasi yang menjanjikan. “Pernah saya beli yang harganya Rp 350.000, awal belajar investasi perhiasan terus beberapa tahun kemudian sudah lebih dari Rp 1,5 juta,” ungkapnya. Oleh karena itu, setiap kali ada pameran emas, ia hampir selalu menyempatkan diri untuk membeli cincin, gelang, atau kalung. Meskipun harus menyimpan banyak surat pembelian perhiasan, Rahma tidak merasa kerepotan. “Saya simpan, kadang ya saya pakai menyesuaikan kegiatannya. Kalau tidak dipakai ya pokoknya ditata rapi, Insya Allah niat baik hasil baik,” tuturnya.

Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, masyarakat dituntut untuk lebih cermat dalam mengelola uang dengan membelanjakan untuk barang yang bermanfaat dan menghasilkan.

Pameran Emas dengan Konsep Modern

Melihat tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas, beberapa pelaku usaha perhiasan mulai menghadirkan konsep pameran yang lebih modern. Salah satunya adalah program “Pesta Kilau Emas” yang diselenggarakan oleh Wahyu Redjo bersama HWT Gold di beberapa kota di Jawa Timur. Diana Kusuma Atmaja, Manajer Representatif Wahyu Redjo, menyatakan bahwa pameran tahun ini diadakan dalam bentuk roadshow di berbagai pusat perbelanjaan besar seperti Royal Plaza, PTC, Sunrise Mall Mojokerto, dan MOG Mall Malang. “Kami menggandeng mall besar dan tidak diragukan traffic-nya lalu menggandeng empat pabrikan dari Ayu Gold, BG Gold, HWT Gold, dan YT Gold,” jelas Diana.

Dia menambahkan bahwa lokasi pameran dipilih di pusat keramaian agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. “Untuk mengenalkan investasi dalam bentuk perhiasan emas sebagai alternatif saat ini yang bisa dijangkau konsumen semua kalangan,” ujarnya. Pameran emas saat ini tidak hanya menawarkan nilai investasi, tetapi juga gaya hidup. Diana menjelaskan bahwa mereka menyediakan berbagai pilihan kadar emas agar masyarakat dapat membeli sesuai dengan kemampuan.

“Di tengah ketidakpastian global dan kenaikan harga logam mulia. Dengan perhiasan emas kami menyediakan berbagai kadar tua dan kadar muda 6K sampai 8K jadi buat investasi,” tambah Diana. “Perhiasan itu bisa digunakan untuk bergaya dan berinvestasi. Harapan kami lebih mengenalkan ke konsumen bahwa perhiasan itu memiliki nilai investasi,” pungkasnya.