BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 10:37 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Sabtu, 18 Jul 2026 12:49 WIB

Nelayan Menyambut Baik Penurunan Harga BBM untuk Kapal Perikanan

18 Jul 2026, 12:49 WIB 84x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
A
Almira Rara Susanti 84x dibaca · 2 menit baca
Foto: ANTARA FOTO/Akramul Muslim
Foto: ANTARA FOTO/Akramul Muslim

JAKARTA – Kebijakan pemerintah yang menetapkan harga khusus bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp15.000 per liter untuk kapal perikanan berukuran 30 GT hingga 200 GT mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha dan nelayan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional dan mendukung peningkatan produktivitas di sektor perikanan.

Agustina, seorang pelaku usaha perikanan dari Cilacap, menyatakan bahwa penurunan harga BBM dari sekitar Rp21.300 per liter ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha perikanan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Harapan Baru bagi Nelayan

Nakhoda KM Kilat Maju, Imam, mengungkapkan bahwa harga BBM yang lebih terjangkau memberikan rasa tenang bagi nelayan saat melaut, karena beban biaya operasional dan kebutuhan perbekalan menjadi lebih ringan. Sebelumnya, tingginya harga BBM menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku usaha perikanan, yang berdampak pada peningkatan biaya operasional kapal dan pendapatan nelayan.

I Gede Adi Subagiarta, perwakilan PT Sinar Abadi Cemerlang di PPN Tual, menambahkan bahwa sebelumnya banyak kapal yang terpaksa menghentikan operasional akibat tingginya harga BBM. "Sebelumnya kami terkendala berlayar, tidak sedikit kapal yang berhenti operasional karena harga BBM yang tinggi. Adanya penurunan harga ini membawa harapan dan semangat baru untuk kami kembali berlayar," ujarnya.

Pentingnya Penyaluran yang Tepat

Pengurus kapal perikanan di PPN Prigi Siman juga mencatat bahwa tingginya biaya BBM sebelumnya menjadi beban operasional yang tidak diimbangi dengan kenaikan harga ikan. Para nelayan berharap agar kebijakan harga khusus ini dapat diterapkan secara merata di berbagai daerah. Mario Mamunte, Ketua HNSI DPC Kota Bitung, menilai bahwa kebijakan ini dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan nelayan jika implementasinya berjalan dengan baik.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menyatakan bahwa pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait akan segera menyusun mekanisme penyaluran BBM harga khusus agar tepat sasaran. "Mekanisme dan tata kelola penyaluran BBM harga khusus ini akan segera dilakukan pengaturan bersama dengan kementerian dan lembaga terkait agar tepat sasaran dan menghindari potensi penyimpangan dan penyalahgunaan di lapangan," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa kebijakan harga BBM Rp15.000 per liter bagi kapal perikanan berukuran 30 GT hingga 200 GT merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas produksi perikanan nasional di tengah dinamika harga minyak dunia dan meningkatkan daya saing sektor perikanan.