SURABAYA — Pada Kamis (18/6/2026), pemadaman listrik mulai dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah Surabaya Selatan. Beberapa lokasi yang terdampak termasuk Jalan Raya Mastrip, Jalan Raya Menganti, Kebraon, dan sekitarnya. Sebelumnya, pemadaman juga terjadi di kawasan lain seperti Tambaksari, Semolowaru, Wiyung, Prapen, dan Jalan Mayjen Joyowiyono pada Rabu (17/6/2026). Pantauan menunjukkan bahwa lampu penerangan jalan umum di berbagai ruas jalan padam, dan aliran listrik di rumah-rumah warga juga terputus.
Meski demikian, beberapa warung makan dan tempat usaha masih dapat beroperasi dengan menggunakan generator set (genset). Kurangnya penerangan membuat pengendara lebih berhati-hati saat melintas, terutama di jalan-jalan yang berlubang atau tidak rata.
Gangguan pada Bayi dan Aktivitas Sehari-hari
Pemadaman listrik ini juga mengganggu aktivitas di rumah. Rini Hayati (36), seorang ibu dari Kebraon Manis, mengungkapkan kesulitan menenangkan bayinya yang terus menangis akibat cuaca panas setelah kipas angin dan pendingin ruangan tidak berfungsi. “Makanya ini saya coba bawa di luar, kalau di dalam cuacanya sudah panas enggak ada kipas atau AC makin panas, dari tadi nangis terus,” ujarnya sambil menggendong bayinya. Rini menyatakan bahwa listrik di daerahnya padam sejak sekitar pukul 17.00 WIB dan belum kembali menyala hingga malam hari.
“Sudah dua jam lebih ini, saya sudah komplain ke PLN juga masih belum nyala,” tambahnya. Ia berharap agar aliran listrik segera pulih agar bayinya dapat tidur dengan nyaman. “Ya semoga saja biar bisa segera nyala. Kalau enggak dia bakal susah tidurnya, berhenti nangis habis itu enggak lama nangis lagi karena gerah,” ungkapnya.
Keluhan Warga Terkait Pemadaman
Rizal (25), salah satu warga setempat, juga menyampaikan keluhannya karena tidak dapat menyelesaikan aktivitas memasak akibat pemadaman listrik. “Saya niatnya masak nasi buat makan malam, malah mati. Ya sudah duduk-duduk di sini saja,” tuturnya. Rizal menambahkan bahwa pemadaman listrik di lingkungannya jarang terjadi dan biasanya berlangsung singkat. “Biasanya paling lama satu jam, ini dari sore sampai jam segini kok enggak hidup-hidup, kok tumben,” keluhnya.
Sementara itu, Wardah (32) mengaku pekerjaannya tertunda karena koneksi internet di rumahnya tidak berfungsi akibat listrik padam. “Tadi lagi ngerjain tiba-tiba mati. Saya kira bentar, saya tunggu, lah kok sampai sekarang. Bisa-bisa numpuk kerjaan saya kalau gini, padahal buat pagi besok,” ujarnya. Meskipun terganggu, Wardah memilih untuk menghabiskan waktu berbincang dengan tetangga sambil menunggu listrik kembali menyala. “Ya enggak usah dibawa stres, ngobrol saja dulu sama tetangga, walaupun mulai banyak nyamuk juga sih,” katanya.