BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 04:09 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Kamis, 11 Jun 2026 06:45 WIB

Pemadaman Listrik Lima Jam di Cileungsi, Ikan Koi Warga Mati

11 Jun 2026, 06:45 WIB 8x dibaca 2 menit baca bandung.kompas.com bandung.kompas.com
R
Reyhan Arifin 8x dibaca · 2 menit baca
Pemadaman Listrik Lima Jam di Cileungsi, Ikan Koi Warga Mati
bandung.kompas.com

BOGOR - Pada Rabu (10/6/2026), pemadaman listrik yang berlangsung selama lima jam di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menimbulkan kerugian bagi seorang warga bernama Nawir (47). Ia kehilangan lima ekor ikan koi peliharaannya akibat matinya sistem aerasi akuarium yang disebabkan oleh tidak adanya aliran listrik.

"Sudah saya lakukan upaya-upaya, tapi nggak ketolong. Nggak kuat dia karena nggak ada oksigen," ungkap Nawir saat dihubungi.

Kekecewaan Terhadap PLN

Nawir tidak menyalahkan pemadaman listrik itu sendiri, melainkan menyesalkan kurangnya informasi dari PLN sebelum pemadaman dilakukan secara mendadak. Ia merasa seharusnya warga diberitahu mengenai pemadaman bergilir yang terjadi pada siang hingga sore hari tersebut.

Akibat pemadaman ini, lima ekor ikan koi miliknya mati setelah pompa akuarium berhenti beroperasi. "Yang saya kecewakan sama PLN adalah ini bukan pemadaman karena kerusakan mendadak. Tapi ada masalah dan mereka harus ngurangin beban bergantian. Masalahnya itu nggak diinfoin ke kita," tambahnya.

Kerugian yang Diderita

Nawir menyatakan bahwa seandainya ada pemberitahuan sebelumnya, ia bisa mengambil langkah antisipasi dengan membeli genset atau UPS baterai. "Kalau saya tahu, saya bisa buru-buru beli genset, beli UPS baterai, bisa saya lakukan itu untuk antisipasi sebelum mati," jelasnya.

Ia juga menyoroti ketidakadilan antara kewajiban pelanggan dan tanggung jawab PLN sebagai penyedia listrik. "Kita kalau ada salah, kita didenda, diputus. Tapi ketika mereka yang salah, diam-diam aja. Nggak ada timbal balik, nggak fair," keluhnya.

Pemadaman listrik di rumah Nawir dimulai pada pukul 11.00 WIB dan baru kembali menyala pada pukul 16.00 WIB. Ia mengetahui bahwa pemadaman di wilayahnya bersifat bergilir per-cluster melalui grup WhatsApp warga setempat. Kini, Nawir mengaku tidak akan sepenuhnya mengandalkan PLN, mengingat kerugian yang dialaminya mencapai Rp 15 juta.

"Performance-nya nggak bagus PLN ini. Jadi harus mandiri, beli genset sendiri walaupun tarif listrik terus naik," tutup Nawir.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemadaman listrik yang mendadak ini menyebabkan kerugian besar bagi pemilik ikan koi di Cileungsi, yang tidak sempat melakukan antisipasi sebelum listrik padam.