BREAKING Rabu, 17 Jun 2026 16:59 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Rabu, 17 Jun 2026 15:51 WIB

Pembangunan BRT Cekungan Bandung Dimulai, Diharapkan Atasi Kemacetan

17 Jun 2026, 15:51 WIB 1x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
R
Rizky Ananta 1x dibaca · 2 menit baca
Foto: Brantas Abipraya
Foto: Brantas Abipraya

Proyek Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung telah dimulai dan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan yang selama ini menghambat mobilitas masyarakat di Bandung Raya. Selain mempercepat waktu perjalanan, kehadiran BRT juga diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas transportasi publik serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perkotaan.

PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana proyek ini telah memulai sosialisasi kepada masyarakat mengenai pembangunan yang akan berlangsung. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan di Kecamatan Cibeunying Kidul untuk memberikan informasi mengenai tahapan pekerjaan, pengaturan lalu lintas selama masa konstruksi, serta manfaat yang akan dirasakan setelah BRT beroperasi.

Upaya Meningkatkan Layanan Transportasi

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan bahwa pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik dan mendorong mobilitas yang lebih efisien. "Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan proyek, Brantas Abipraya bersama para pemangku kepentingan menggelar kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Cibeunying Kidul," ungkap Dian.

Menurut Dian, sistem transportasi massal yang terintegrasi sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan kemacetan dan tingginya penggunaan kendaraan pribadi di kawasan Bandung Raya. "Brantas Abipraya mendukung penuh pengembangan transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan," tambahnya.

Fasilitas dan Manajemen Lalu Lintas

Proyek BRT ini mencakup pembangunan jalur khusus, halte, perkerasan jalan, serta revitalisasi trotoar. Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna transportasi umum serta pejalan kaki. Selama proses konstruksi, Brantas Abipraya akan menerapkan manajemen lalu lintas secara bertahap untuk meminimalisir gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Perusahaan juga akan menerapkan standar keselamatan kerja dengan memasang rambu-rambu, mengatur zona kerja, serta menyediakan jalur pedestrian sementara.

Dian menambahkan bahwa masukan dari masyarakat sangat penting dalam pelaksanaan proyek infrastruktur ini. Oleh karena itu, perusahaan membuka saluran pengaduan untuk menerima saran dan laporan dari warga selama proses pembangunan berlangsung. "Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Bandung Raya," jelas Dian.

Perwakilan masyarakat dari Kelurahan Cicadas, Suherman, menyampaikan harapannya agar kehadiran BRT tidak hanya membantu mengurangi kemacetan, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar koridor yang dilalui oleh transportasi massal tersebut.