Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan terbentuknya 10 juta wirausaha baru hingga tahun 2029. Langkah ini diambil untuk meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia serta memperluas penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.
Dalam rangka mendukung pencapaian target tersebut, Kementerian UMKM meluncurkan program Bursa Wirausaha Unggulan. Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi generasi muda, calon wirausaha, pelaku UMKM, dan pengusaha dalam mengakses berbagai layanan pengembangan usaha secara terpadu.
Fasilitas dan Pendampingan untuk Wirausaha
Maman menjelaskan bahwa layanan yang disediakan dalam program ini mencakup peningkatan kapasitas, pengurusan legalitas, akses pembiayaan, dan perluasan pasar. "Bursa Wirausaha Unggulan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan kewirausahaan secara komprehensif dari hulu hingga hilir," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk menciptakan pengusaha-pengusaha yang tangguh. "Dari proses awal kami dampingi, kami bekali kompetensi, mental usaha, dan perencanaan bisnis yang baik, hingga pada akhirnya kami buka akses pembiayaan dan pemasarannya," kata Maman di Jakarta.
Partisipasi Mahasiswa dalam Program
Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pendampingan yang mencakup pelatihan, penguatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, pelatihan manajemen keuangan, serta akses pembiayaan dan pemasaran. Akses pembiayaan yang difasilitasi meliputi pembiayaan formal melalui perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembiayaan nonformal melalui perusahaan teknologi finansial (fintech) dan mitra lainnya.
Kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan dihadiri oleh sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yang menunjukkan antusiasme generasi muda untuk terlibat dalam dunia kewirausahaan.