MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menyiapkan 300 unit pompa air yang ditujukan untuk sektor pertanian sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan yang mungkin terjadi selama musim kemarau. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah menerima 100 permohonan bantuan dari berbagai titik. Penyaluran pompa air ini akan dilakukan secara bertahap.
“Kita siapkan 300 pompa untuk pertanian, ini ada permohonan kita proses 100 titik. Ada 300 pompa khusus pertanian dulu ya. Karena El Nino ini banyak sawah terdampak terkait kekeringan, apalagi di masa pertumbuhan padi,” ujar Andi Sudirman pada hari Kamis (6/8/2026). Dalam menghadapi kekhawatiran mengenai kemungkinan gagal panen, ia menegaskan bahwa sebagian besar area pertanian masih berada dalam fase pertumbuhan dan belum memasuki masa panen.
Pemenuhan Kebutuhan Air untuk Pertanian
Distribusi pompa air tidak akan dilakukan sembarangan. Area pertanian yang akan menerima pompa harus dipastikan memiliki sumber air yang cukup. “Belum musim panen, sekarang lagi butuh-butuh air, fasenya pertumbuhan. Cuma kita akan kasih pompa yang betul-betul ada sumber airnya dan sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Mengenai pemetaan wilayah yang terdampak kekeringan, Andi Sudirman mengakui bahwa beberapa kabupaten dan kota telah mengalami penurunan signifikan dalam ketersediaan air. “Ada datanya tapi saya tidak hafal. 100 titiklah. Banyak kabupaten/kota yang terdampak,” ungkapnya.
Koordinasi untuk Mengatasi Krisis Air Bersih
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Selatan, Amson Padolo, menyatakan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah telah memperkuat koordinasi untuk menghadapi krisis air bersih. “Daerah-daerah yang berpotensi mengalami krisis air, termasuk kawasan perkotaan seperti Makassar, juga sudah melakukan langkah antisipasi,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa kabupaten dan kota telah menyiapkan armada mobil tangki untuk didistribusikan ke daerah yang mengalami kekurangan air bersih. Saat ini, terdapat lima wilayah yang telah ditetapkan dalam status tanggap darurat kekeringan. “Kabupaten yang masuk tanggap darurat kekeringan, ada 5 kabupaten/kota yaitu Makassar, Pare-pare, Pinrang, Enrekang dan Selayar,” tutupnya.