BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Sabtu, 08 Agt 2026 17:57 WIB

Pemuda di Asahan Tewas Dianiaya karena Tuduhan Mencuri, Satu Tersangka Ditangkap

08 Agt 2026, 17:57 WIB 48x dibaca 2 menit baca medan.kompas.com medan.kompas.com
S
Shinta Islamadina 48x dibaca · 2 menit baca
Polisi menangkap pria inisial RIS di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Dia diduga membunuh Dahlan Panjaitan (22), pemuda yang dituding maling lalu dianiaya sekelompok orang di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.(Dok Polres Asahan )
Polisi menangkap pria inisial RIS di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Dia diduga membunuh Dahlan Panjaitan (22), pemuda yang dituding maling lalu dianiaya sekelompok orang di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.(Dok Polres Asahan )

MEDAN — Kasus kematian seorang pemuda bernama DP (22) yang dituduh mencuri dan dianiaya oleh sekelompok orang di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, kini sedang ditangani oleh kepolisian. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, salah satu pelaku berinisial RIS berhasil ditangkap di Jalan Sei Asahan, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Kisaran Timur, Asahan.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Immanuel P. Simamora, menyatakan bahwa RIS ditangkap saat berada di lokasi tersebut. Namun, ia belum memberikan rincian mengenai peran RIS dalam penganiayaan tersebut. Saat ini, RIS telah ditahan di Polres Asahan untuk proses hukum lebih lanjut, sementara pihak kepolisian masih memburu pelaku lainnya.

Penyidikan Berlanjut

Immanuel menambahkan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyidikan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan. Pihak kepolisian sedang mendalami seluruh rangkaian kejadian serta keterlibatan pihak-pihak lain dalam insiden ini.

Kematian DP menjadi sorotan di media sosial, di mana peristiwa tersebut terjadi di Desa Silau Jawa, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, pada Kamis, 4 Juni 2026. Dalam sebuah video yang beredar, terlihat wajah DP babak belur dan penuh darah akibat pukulan dan tendangan yang diterimanya. Ia terlihat terikat di tiang listrik dan dikerumuni oleh warga.

Tuduhan yang Tidak Jelas

Di dalam narasi video tersebut, DP sempat meminta ampun dengan mengatakan, "ampun Pak, ampun," namun permohonan tersebut tidak dihiraukan oleh para pelaku yang terus menganiaya dirinya. Tuduhan pencurian yang dilayangkan kepada DP juga tidak dijelaskan dengan jelas dalam narasi video tersebut.

Orangtua DP merasa sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa anaknya dan meminta keadilan atas insiden yang sangat tragis ini. Mereka menegaskan bahwa DP tidak mencuri apa pun dan tidak ada pihak yang dirugikan dalam situasi tersebut.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk memberikan penanganan yang transparan dan adil dalam kasus ini.