BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Senin, 10 Agt 2026 15:15 WIB

Pemugaran Candi Mendut: 76 Pedagang Menanti Kepastian Bantuan

10 Agt 2026, 15:15 WIB 54x dibaca 3 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
Z
Zahra Asma Nabila 54x dibaca · 3 menit baca
Tampilan Candi Mendut yang sedang dalam masa pemugaran tahap II, Kamis (6/8/2026).(KOMPAS.com/Egadia Birru)
Tampilan Candi Mendut yang sedang dalam masa pemugaran tahap II, Kamis (6/8/2026).(KOMPAS.com/Egadia Birru)

MAGELANG, KOMPAS.com - Di kawasan Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terdapat 76 pedagang yang kini menantikan kepastian bantuan selama proses pemugaran tahap II berlangsung. Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban PKL Candi Mendut ini sebelumnya mengandalkan kunjungan wisatawan sebagai sumber pendapatan utama mereka.

Ketua Paguyuban PKL Candi Mendut, Zulfiati, menjelaskan bahwa penutupan kawasan candi selama pemugaran membuat mereka kehilangan akses untuk berjualan. "Kami ini berjualan di kawasan candi dan selama ini penghasilan utama kami dari wisatawan yang datang. Kalau kawasan ditutup, otomatis kami kehilangan tempat untuk berjualan," ungkapnya.

Pemugaran Candi dan Dampaknya bagi Pedagang

Zulfiati menyatakan bahwa meskipun mereka memahami pentingnya pemugaran Candi Mendut untuk menjaga kelestarian bangunan cagar budaya, mereka berharap pemerintah dan pengelola tidak melupakan kondisi ekonomi para pedagang. "Kami memahami bahwa candi memang harus dipugar dan dijaga. Tetapi kami juga berharap nasib pedagang jangan sampai dilupakan selama proses pemugaran berlangsung," tambahnya.

Hingga saat ini, para pedagang masih menunggu informasi mengenai skema bantuan yang akan diberikan selama pemugaran. Sejumlah opsi telah dibahas, termasuk penyediaan kios sementara dan keterlibatan pedagang dalam penyediaan konsumsi selama kegiatan di kawasan tersebut. Namun, belum ada kejelasan mengenai bentuk bantuan, mekanisme pelaksanaan, dan nilai bantuan yang akan diterima.

"Sampai sekarang kami masih menunggu kejelasan. Kalau memang ada kompensasi atau bantuan penghidupan harian, tentu kami sangat berharap ada kepastian bagaimana mekanismenya," jelas Zulfiati.

Harapan Pedagang Selama Proses Pemugaran

Para pedagang berharap solusi yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tidak bisa berjualan. Zulfiati menekankan pentingnya kepastian bantuan karena berjualan di kawasan Candi Mendut merupakan sumber penghasilan utama bagi banyak pedagang. "Kami berharap ada kejelasan kompensasi atau bantuan penghidupan harian selama masa pemugaran, mengingat berjualan di area candi adalah satu-satunya mata pencaharian kami," tegasnya.

Menurut Zulfiati, keberadaan pedagang lokal juga berkontribusi pada aktivitas pariwisata di kawasan Candi Mendut. Oleh karena itu, ia berharap pelestarian bangunan cagar budaya dapat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat sekitar. "Kami ingin pemugaran berjalan lancar, candi semakin bagus dan lestari, tetapi pedagang juga tetap bisa bertahan hidup," katanya.

Di sisi lain, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X telah memulai proses pemugaran tahap II Candi Mendut pada Jumat (7/8/2026). Fokus pemugaran tahap kedua adalah perbaikan struktur bagian atas candi yang mengalami kerusakan akibat rembesan air. Kepala BPK Wilayah X, Riris Purbasari, menyatakan bahwa proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun dan mereka berupaya mempercepat pekerjaan agar Candi Mendut dapat digunakan kembali saat perayaan Waisak 2027.

"Target penyelesaian kami satu tahun. Namun kami berupaya mempercepat pekerjaan agar Candi Mendut sudah bisa dimanfaatkan kembali saat perayaan Waisak mendatang," terang Riris.

Pekerjaan pemugaran dimulai dengan membongkar lapisan semen lama di bagian atap candi, di mana batu-batu asli akan ditata kembali sesuai dengan konstruksi awal. Dalam proses tersebut, tim pemugaran juga menemukan susunan stupa-stupa kecil yang sebelumnya berada di bagian atap Candi Mendut, yang nantinya akan dikembalikan ke posisi semula.

Koordinator Museum dan Cagar Budaya Warisan Dunia, Wiwit Kasiyati, menambahkan bahwa pemugaran tidak hanya bertujuan untuk memperkuat bangunan, tetapi juga mengembalikan unsur arsitektur Candi Mendut. "Selain stupa-stupa di bagian atap, penampil depan candi juga akan dikembalikan. Jadi nanti secara visual Candi Mendut akan tampak lebih utuh dibandingkan sebelumnya," tuturnya.

BPK Wilayah X juga memperpanjang waktu kerja para pekerja hingga malam hari untuk mengejar target penyelesaian pemugaran. Dengan target tersebut, diharapkan Candi Mendut dapat kembali digunakan dalam rangkaian perayaan Waisak 2027. Sementara itu, selama proses pemugaran berlangsung, 76 pedagang masih menunggu kepastian mengenai skema bantuan untuk mempertahankan penghasilan mereka.