Universitas Diponegoro (Undip) berupaya mengoptimalkan potensi wisata yang berbasis pada sumber daya laut di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memfokuskan perhatian pada fenomena Aladin, yang dikenal sebagai Air Laut Dingin. Rektor Undip, Suharnomo, menjelaskan bahwa Aladin merupakan fenomena yang sedang diteliti oleh peneliti Undip, Anindya Wirasatriya, selama lima tahun terakhir. Fenomena ini menarik perhatian karena saat terjadi, banyak ikan dan lumba-lumba yang muncul ke permukaan laut, sehingga dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat Alor.
Festival Aladin dan Dukungan Undip
Suharnomo mengungkapkan bahwa festival Aladin direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 12-13 September 2026 di Alor, dan Undip berencana memberikan dukungan terhadap acara tersebut. Ia berharap acara ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi Aladin kepada masyarakat luas. "Mudah-mudahan kami bisa support dan mungkin qadarullah jalan Tuhan, ketemu dengan Mas Adriano, mungkin bisa bersinergi untuk ini menjadi up, menjadi hits, dan bisa menjadi pencaharian mata pencaharian baru bagi saudara-saudara kita yang ada di Alor," ujarnya.
Suharnomo menambahkan bahwa potensi Aladin dianggap unik oleh para peneliti. "Ini kata Mas Anis sebagai researcher mengatakan ini the one and only in the world," katanya. Ia menilai bahwa potensi ini memerlukan momentum agar lebih dikenal dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Pertemuan antara Undip dan mahasiswa asal Alor, Adriano Panama atau Dede, juga membuka peluang untuk sinergi dalam pengembangan potensi ini.
Teknologi Pengolahan Air untuk Masyarakat Alor
Selain mendorong pengembangan wisata, Undip juga menawarkan teknologi pengolahan air untuk mendukung kebutuhan masyarakat Alor. Suharnomo menjelaskan bahwa Undip memiliki teknologi pengolahan air yang telah diterapkan di berbagai daerah, termasuk Nusakambangan, pantai utara Jawa, Sumatera Barat, dan Maluku. Teknologi ini mampu mengolah air laut menjadi air yang dapat digunakan, sehingga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air tanah.
"Kami ingin sampaikan Pak Menteri, Undip punya teknologi ini. Kalau Bapak berkenan kita akan bangunkan juga di sana karena sudah terbukti," ujarnya. Suharnomo juga mengaitkan teknologi tersebut dengan masalah yang dihadapi Dede saat mengunjungi desa terpencil di Alor, di mana masyarakat mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan air untuk bertani. Dengan pengembangan teknologi air dan potensi wisata, diharapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat Alor.