SENTANI — Festival Danau Sentani (FDS) XV yang awalnya dijadwalkan untuk dilaksanakan pada bulan Juli 2026 kini ditunda hingga bulan September 2026. Keputusan ini diambil setelah panitia bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura menilai bahwa lokasi penyelenggaraan festival belum siap.
Keputusan Penundaan
Ketua Panitia FDS XV, Gilberd Yakwart, menyampaikan bahwa penundaan ini diambil setelah rapat bersama bupati dan panitia. “FDS kita tunda ke tanggal 1 September 2026. Nanti kita awali dengan pra FDS yang berlangsung dari 20-31 Agustus 2026,” ujarnya kepada wartawan di Sentani.
Kondisi Infrastruktur
Gilberd menjelaskan bahwa penundaan ini disebabkan oleh pekerjaan penyiapan lahan di lokasi festival yang belum selesai. Ia menambahkan, “FDS kita tunda karena hingga saat ini penyiapan lahan di lokasi FDS belum siap dalam kurun waktu 2-3 minggu ke depan. Sehingga dalam rapat diputuskan agar FDS ditunda ke September 2026.”
Progres pembangunan infrastruktur baru saat ini mencapai sekitar 32 persen. Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan bersama Wakil Bupati Jayapura, Gilberd menyatakan bahwa pekerjaan masih berada pada tahap penimbunan lahan dan akan dilanjutkan dengan pengecoran. “Persiapan infrastruktur baru sekitar 32 persen. Saya dengan Pak Wakil Bupati sudah tinjau dan saat ini sementara proses penimbunan lahan dan akan dilanjutkan dengan pengecoran. Makanya tadi laporan bahwa tidak memungkinkan kita gelar FDS pada bulan Juli,” jelasnya.
Tantangan Anggaran
Selain masalah infrastruktur, panitia juga menghadapi tantangan dari segi anggaran. Tahun ini, Festival Danau Sentani hanya mendapatkan dukungan dana sekitar Rp 2,5 miliar, jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan pelaksanaan festival pada tahun-tahun sebelumnya. “Anggaran untuk FDS itu sekitar Rp 2,5 miliar. Itu juga salah satu yang agak berat karena sebelumnya FDS berlangsung hanya sekitar 4-5 hari, anggarannya tembus Rp 5-7 miliar,” ungkap Gilberd.
Ia menambahkan bahwa meskipun FDS XV direncanakan berlangsung selama sekitar satu pekan, dana yang tersedia cukup terbatas. “Sementara FDS tahun ini akan digelar lebih lama sekitar satu minggu, tapi dananya cukup kecil. Itu menjadi tantangan yang cukup berat,” tuturnya.
Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
Penundaan festival ini juga mengharuskan panitia untuk berkoordinasi kembali dengan pemerintah pusat, mengingat Festival Danau Sentani telah terdaftar dalam kalender pariwisata nasional. Gilberd menyatakan bahwa pihaknya akan segera menginformasikan perubahan jadwal tersebut kepada Kementerian Pariwisata. “Karena FDS sudah masuk kalender Kementerian Pariwisata, maka kami akan koordinasi lagi dengan kementerian atau Pak Wakil Presiden soal penundaan karena infrastruktur kita belum siap,” tambahnya.
Festival Danau Sentani merupakan agenda budaya dan pariwisata tahunan yang menampilkan berbagai atraksi seni, budaya, dan tradisi masyarakat di kawasan Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.