BREAKING Selasa, 16 Jun 2026 17:02 WIB
Home / Regional / Detail
Regional Selasa, 16 Jun 2026 10:15 WIB

Perayaan Malam 1 Suro 2026 di Mangkunegaran dengan Tirakatan 24 Jam

16 Jun 2026, 10:15 WIB 6x dibaca 2 menit baca regional.kompas.com regional.kompas.com
G
Galih Lingga Pradipta 6x dibaca · 2 menit baca
Perayaan Malam 1 Suro 2026 di Mangkunegaran dengan Tirakatan 24 Jam
regional.kompas.com

SOLO - Peringatan Malam 1 Suro 2026 di Pura Mangkunegaran, Solo, akan menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain menggelar Kirab Pusaka Dalem yang merupakan tradisi tahunan, tahun ini Mangkunegaran juga menyiapkan rangkaian tirakatan selama 24 jam sebagai bagian dari laku spiritual dalam menyambut Tahun Baru Jawa.

Ketua Panitia Kirab Pusaka Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran, GRaj AncillaSuro Marina Sudjiwo atau Gusti Suro, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang refleksi dan perenungan, bukan sekadar pertunjukan budaya. "1 Suro bukan tontonan dan bukan pula festival, melainkan undangan untuk mulih (hadir), melepaskan dan menyambut," ujarnya.

Tirakatan 24 Jam sebagai Ciri Khas Tahun Ini

Gusti Suro menambahkan bahwa tirakatan selama 24 jam menjadi salah satu hal yang membuat peringatan Malam 1 Suro tahun ini terasa lebih sakral. "Yang membuat peringatan 1 Suro di Mangkunegaran unik dan lebih sakral dari tahun-tahun sebelumnya adalah rangkaian tirakatan sepanjang 24 jam," jelasnya.

Dalam tradisi Jawa, Malam 1 Suro dianggap sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri dan menata kembali perjalanan hidup. Ia menjelaskan filosofi tersebut melalui konsep Atita, Atiki, dan Anagata. "1 Suro adalah malam yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai ruang hening. Waktu melepaskan yang telah lewat (Atita), hadir sepenuhnya di saat ini (Atiki) dan menyambut yang akan datang (Anagata)," tambahnya.

Kirab Pusaka Sebagai Agenda Utama

Kirab Pusaka Dalem tetap menjadi agenda utama dalam peringatan Malam 1 Suro di Mangkunegaran. Prosesi ini akan dilakukan dengan laku tapa bisu, yakni berjalan tanpa berbicara sebagai bentuk perenungan dan introspeksi diri. Diperkirakan sekitar 2.500 peserta akan mengikuti kirab yang mengelilingi kawasan Pura Mangkunegaran. Selain itu, Mangkunegaran juga mengundang sekitar 10.000 warga untuk menyaksikan langsung prosesi tersebut. Bagi masyarakat yang tidak bisa mengikuti kirab, panitia menyiapkan layar besar di kawasan Pemedan agar pengunjung tetap dapat menyaksikan jalannya prosesi.

Berikut adalah rangkaian kegiatan yang telah disiapkan Pura Mangkunegaran untuk menyambut Tahun Baru Jawa 1 Suro: Santap sore di Pracima Tuin sebagai bentuk rasa syukur, Kirab Pusaka Dalem dan Laku Tapa Bisu pada Selasa (16/6/2026) mulai pukul 20.00 WIB, prosesi refleksi dan tirakatan sepanjang malam, Laku Catur Sembah pada Rabu (17/6/2026) sebagai ritual penyambutan fajar, penulisan kartu harapan sebagai bagian dari refleksi menyambut tahun baru, serta Larasati, yaitu meditasi napas dan harmoni hasil kolaborasi bersama Terigu Studio dan Bottlesmoker. Rangkaian acara akan ditutup pada 17 Juni 2026.

Bagi masyarakat Solo, kirab dan tirakatan Malam 1 Suro bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan juga merupakan momentum spiritual untuk berhenti sejenak dari rutinitas, melakukan refleksi, dan menyambut tahun baru dengan harapan yang lebih baik.